Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Label:
Sains,
Technology
Label:
Sains,
Technology
Label:
Sains
Label:
aneh,
Informasi Ringan,
Sains
Label:
Fenomena,
Informasi Ringan,
Sains
Membaca Pikiran Orang Lain Dalam Kehidupan Sehari-hari !

Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.
Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.
Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.
Darimana asalnya?
Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.
Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya. Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.
Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.
Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.
Bagaimana Membaca Pikiran?
Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.
Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.
Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.
Menjadi Pembaca Pikiran Ulung
Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.
Kenalilah orang lain. “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.
Minta umpan balik. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”
Perhatikan bagian atas dari wajah. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.
Lebih ekspresif. Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”
Santai. Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.
Tinjauan Kritis
Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.
Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar.
Sumber Pustaka
Mind Reading – Psychology Today
How To Be a Better Mind Reader – Psychology Today

Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.
Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.
Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.
Darimana asalnya?
Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.
Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya. Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.
Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.
Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.
Bagaimana Membaca Pikiran?
Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.
Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.
Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.
Menjadi Pembaca Pikiran Ulung
Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.
Kenalilah orang lain. “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.
Minta umpan balik. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”
Perhatikan bagian atas dari wajah. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.
Lebih ekspresif. Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”
Santai. Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.
Tinjauan Kritis
Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.
Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar.
Sumber Pustaka
Mind Reading – Psychology Today
How To Be a Better Mind Reader – Psychology Today
Label:
Sains
Burung Pelihara Mumi Berumur 4.000 Tahun

Penelitian yang dilakukan pada sebuah mumi berusia 4.000 mengungkapkan kepercayaan masyarakat Mesir kuno bahwa burung dapat mengawetkan dan melindungi mumi setelah mati.
Mumi berjenis kelamin wanita tersebut sebelumnya ditaruh di Barnum Museum, Connecticut namun kemudian dipindahkan ke Quinnipiac University guna di analisa menggunakan pemindai canggih.
Uji coba tersebut akhirnya menjawab teka-teki keberadaan bungkusan misterius di dalam tubuh mumi. Setelah diselidiki, diketahui bahwa bungkusan tersebut berisi burung yang sengaja dibunuh dan diawetkan sebagai bentuk persembahan terhadap Dewa. Berdasarkan catatan sejarah, persembahan tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga dan melindungi wanita yang meninggal itu saat memasuki kehidupan alam baka. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Jumat (15/1/2010).
Pemindai canggih tersebut juga membantu para ilmuwan mengetahui lebih banyak hal sewaktu wanita tersebut masih hidup, termasuk usia dan jumlah anak yang dimilikinya.
Mumi yang dinamakan Pa-Ib ini diyakini sebagai manusia yang berasal dari abad 2.000 sebelum Masehi. Pa-Ib berada di Barnum Museum, Connecticut sejak 1890.
Dalam penelitiannya, ilmuwan menganalisa berbagai benda yang tertinggal dalam tubuh mumi dengan bantuan peminda Toshiba 64-slice CT. Pemindai canggih ini sering digunakan untuk mendiagnosa penyakit dalam tubuh manusia.
"Pemindai ini benar-benar memberikan pemandangan luar biasa soal mumi dan mengetahui ritual kuno dalam upacara kematian zaman dahulu," kata Professor Ronald Beckett dari Bioanthropology Research Institute, Quinnipiac.
"Setiap mumi memiliki kisahnya masing-masing. Setiap informasi yang didapat akan semakin menambah pemahaman kita terhadap kebudayaan Mesir kuno," tambahnya lagi.
Hasil temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Mesir kuno sangat percaya bahwa burung diyakini memiliki hubungan istimewa dengan Dewa Thoth, yaitu Dewa yang dipercaya memainkan peranan penting dalam menentukan akhir hidup seorang manusia. (rah)

Penelitian yang dilakukan pada sebuah mumi berusia 4.000 mengungkapkan kepercayaan masyarakat Mesir kuno bahwa burung dapat mengawetkan dan melindungi mumi setelah mati.
Mumi berjenis kelamin wanita tersebut sebelumnya ditaruh di Barnum Museum, Connecticut namun kemudian dipindahkan ke Quinnipiac University guna di analisa menggunakan pemindai canggih.
Uji coba tersebut akhirnya menjawab teka-teki keberadaan bungkusan misterius di dalam tubuh mumi. Setelah diselidiki, diketahui bahwa bungkusan tersebut berisi burung yang sengaja dibunuh dan diawetkan sebagai bentuk persembahan terhadap Dewa. Berdasarkan catatan sejarah, persembahan tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga dan melindungi wanita yang meninggal itu saat memasuki kehidupan alam baka. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Jumat (15/1/2010).
Pemindai canggih tersebut juga membantu para ilmuwan mengetahui lebih banyak hal sewaktu wanita tersebut masih hidup, termasuk usia dan jumlah anak yang dimilikinya.
Mumi yang dinamakan Pa-Ib ini diyakini sebagai manusia yang berasal dari abad 2.000 sebelum Masehi. Pa-Ib berada di Barnum Museum, Connecticut sejak 1890.
Dalam penelitiannya, ilmuwan menganalisa berbagai benda yang tertinggal dalam tubuh mumi dengan bantuan peminda Toshiba 64-slice CT. Pemindai canggih ini sering digunakan untuk mendiagnosa penyakit dalam tubuh manusia.
"Pemindai ini benar-benar memberikan pemandangan luar biasa soal mumi dan mengetahui ritual kuno dalam upacara kematian zaman dahulu," kata Professor Ronald Beckett dari Bioanthropology Research Institute, Quinnipiac.
"Setiap mumi memiliki kisahnya masing-masing. Setiap informasi yang didapat akan semakin menambah pemahaman kita terhadap kebudayaan Mesir kuno," tambahnya lagi.
Hasil temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Mesir kuno sangat percaya bahwa burung diyakini memiliki hubungan istimewa dengan Dewa Thoth, yaitu Dewa yang dipercaya memainkan peranan penting dalam menentukan akhir hidup seorang manusia. (rah)
Label:
Sains
Burung Pelihara Mumi Berumur 4.000 Tahun

Penelitian yang dilakukan pada sebuah mumi berusia 4.000 mengungkapkan kepercayaan masyarakat Mesir kuno bahwa burung dapat mengawetkan dan melindungi mumi setelah mati.
Mumi berjenis kelamin wanita tersebut sebelumnya ditaruh di Barnum Museum, Connecticut namun kemudian dipindahkan ke Quinnipiac University guna di analisa menggunakan pemindai canggih.
Uji coba tersebut akhirnya menjawab teka-teki keberadaan bungkusan misterius di dalam tubuh mumi. Setelah diselidiki, diketahui bahwa bungkusan tersebut berisi burung yang sengaja dibunuh dan diawetkan sebagai bentuk persembahan terhadap Dewa. Berdasarkan catatan sejarah, persembahan tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga dan melindungi wanita yang meninggal itu saat memasuki kehidupan alam baka. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Jumat (15/1/2010).
Pemindai canggih tersebut juga membantu para ilmuwan mengetahui lebih banyak hal sewaktu wanita tersebut masih hidup, termasuk usia dan jumlah anak yang dimilikinya.
Mumi yang dinamakan Pa-Ib ini diyakini sebagai manusia yang berasal dari abad 2.000 sebelum Masehi. Pa-Ib berada di Barnum Museum, Connecticut sejak 1890.
Dalam penelitiannya, ilmuwan menganalisa berbagai benda yang tertinggal dalam tubuh mumi dengan bantuan peminda Toshiba 64-slice CT. Pemindai canggih ini sering digunakan untuk mendiagnosa penyakit dalam tubuh manusia.
"Pemindai ini benar-benar memberikan pemandangan luar biasa soal mumi dan mengetahui ritual kuno dalam upacara kematian zaman dahulu," kata Professor Ronald Beckett dari Bioanthropology Research Institute, Quinnipiac.
"Setiap mumi memiliki kisahnya masing-masing. Setiap informasi yang didapat akan semakin menambah pemahaman kita terhadap kebudayaan Mesir kuno," tambahnya lagi.
Hasil temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Mesir kuno sangat percaya bahwa burung diyakini memiliki hubungan istimewa dengan Dewa Thoth, yaitu Dewa yang dipercaya memainkan peranan penting dalam menentukan akhir hidup seorang manusia. (rah)

Penelitian yang dilakukan pada sebuah mumi berusia 4.000 mengungkapkan kepercayaan masyarakat Mesir kuno bahwa burung dapat mengawetkan dan melindungi mumi setelah mati.
Mumi berjenis kelamin wanita tersebut sebelumnya ditaruh di Barnum Museum, Connecticut namun kemudian dipindahkan ke Quinnipiac University guna di analisa menggunakan pemindai canggih.
Uji coba tersebut akhirnya menjawab teka-teki keberadaan bungkusan misterius di dalam tubuh mumi. Setelah diselidiki, diketahui bahwa bungkusan tersebut berisi burung yang sengaja dibunuh dan diawetkan sebagai bentuk persembahan terhadap Dewa. Berdasarkan catatan sejarah, persembahan tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga dan melindungi wanita yang meninggal itu saat memasuki kehidupan alam baka. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Jumat (15/1/2010).
Pemindai canggih tersebut juga membantu para ilmuwan mengetahui lebih banyak hal sewaktu wanita tersebut masih hidup, termasuk usia dan jumlah anak yang dimilikinya.
Mumi yang dinamakan Pa-Ib ini diyakini sebagai manusia yang berasal dari abad 2.000 sebelum Masehi. Pa-Ib berada di Barnum Museum, Connecticut sejak 1890.
Dalam penelitiannya, ilmuwan menganalisa berbagai benda yang tertinggal dalam tubuh mumi dengan bantuan peminda Toshiba 64-slice CT. Pemindai canggih ini sering digunakan untuk mendiagnosa penyakit dalam tubuh manusia.
"Pemindai ini benar-benar memberikan pemandangan luar biasa soal mumi dan mengetahui ritual kuno dalam upacara kematian zaman dahulu," kata Professor Ronald Beckett dari Bioanthropology Research Institute, Quinnipiac.
"Setiap mumi memiliki kisahnya masing-masing. Setiap informasi yang didapat akan semakin menambah pemahaman kita terhadap kebudayaan Mesir kuno," tambahnya lagi.
Hasil temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Mesir kuno sangat percaya bahwa burung diyakini memiliki hubungan istimewa dengan Dewa Thoth, yaitu Dewa yang dipercaya memainkan peranan penting dalam menentukan akhir hidup seorang manusia. (rah)
Label:
Sains
Wow, Orang Mati Jadi Sumber Energi untuk Bumi

Kematian orang-orang asal Hastings, Inggris sangat membantu negara kerajaan tersebut memproduksi energi yang dapat digunakan kembali.
Selama ratusan tahun, sebuah lembaga bernama Hastings Borough Council di Timur Sussex mengkremasi orang-orang yang meninggal dunia, tanpa tahu manfaat dari carbon footprint yang dihasilkan dari proses kremasi tersebut.
Carbon footprint adalah total kumpulan emisi gas dari efek rumah kaca yang dihasilkan suatu organisasi, pabrik ataupun produk. Gas ini sering disebut juga sebagai karbondioksida.
Kini lembaga tersebut ingin berinvestasi untuk teknologi sumber daya energi dengan memanfaatkan proses kremasi orang telah meninggal. Mereka berupaya mengubah sisa panas dari proses kremasi menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Sebuah generator baru yang segera dipasang musim panas mendatang, merupakan bagian dari kelengkapan proyek energi seharga 800.000 euro ini. Proyek tersebut diyakini akan menghemat biaya dengan memangkas anggaran untuk energi. Demikian keterangan yang dikutip dari TG Daily, Rabu (9/12/2009).
Manager Hastings Borough Council Peter Mead menyebutkan tanaga daur ulang tersebut tidak datang langsung dari tubuh jenazah akan tetapi berasal dari mesin yang digunakan untuk mengkremasi orang meninggal dan menyaring gas dari proses pembakaran.
Hingga saat ini, tempat pembakaran mayat di Hastings Borough Council telah menghasilkan gas bermanfaat senilai 25.000 euro setiap tahunnya.

Kematian orang-orang asal Hastings, Inggris sangat membantu negara kerajaan tersebut memproduksi energi yang dapat digunakan kembali.
Selama ratusan tahun, sebuah lembaga bernama Hastings Borough Council di Timur Sussex mengkremasi orang-orang yang meninggal dunia, tanpa tahu manfaat dari carbon footprint yang dihasilkan dari proses kremasi tersebut.
Carbon footprint adalah total kumpulan emisi gas dari efek rumah kaca yang dihasilkan suatu organisasi, pabrik ataupun produk. Gas ini sering disebut juga sebagai karbondioksida.
Kini lembaga tersebut ingin berinvestasi untuk teknologi sumber daya energi dengan memanfaatkan proses kremasi orang telah meninggal. Mereka berupaya mengubah sisa panas dari proses kremasi menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Sebuah generator baru yang segera dipasang musim panas mendatang, merupakan bagian dari kelengkapan proyek energi seharga 800.000 euro ini. Proyek tersebut diyakini akan menghemat biaya dengan memangkas anggaran untuk energi. Demikian keterangan yang dikutip dari TG Daily, Rabu (9/12/2009).
Manager Hastings Borough Council Peter Mead menyebutkan tanaga daur ulang tersebut tidak datang langsung dari tubuh jenazah akan tetapi berasal dari mesin yang digunakan untuk mengkremasi orang meninggal dan menyaring gas dari proses pembakaran.
Hingga saat ini, tempat pembakaran mayat di Hastings Borough Council telah menghasilkan gas bermanfaat senilai 25.000 euro setiap tahunnya.
Label:
Sains
Wow, Orang Mati Jadi Sumber Energi untuk Bumi

Kematian orang-orang asal Hastings, Inggris sangat membantu negara kerajaan tersebut memproduksi energi yang dapat digunakan kembali.
Selama ratusan tahun, sebuah lembaga bernama Hastings Borough Council di Timur Sussex mengkremasi orang-orang yang meninggal dunia, tanpa tahu manfaat dari carbon footprint yang dihasilkan dari proses kremasi tersebut.
Carbon footprint adalah total kumpulan emisi gas dari efek rumah kaca yang dihasilkan suatu organisasi, pabrik ataupun produk. Gas ini sering disebut juga sebagai karbondioksida.
Kini lembaga tersebut ingin berinvestasi untuk teknologi sumber daya energi dengan memanfaatkan proses kremasi orang telah meninggal. Mereka berupaya mengubah sisa panas dari proses kremasi menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Sebuah generator baru yang segera dipasang musim panas mendatang, merupakan bagian dari kelengkapan proyek energi seharga 800.000 euro ini. Proyek tersebut diyakini akan menghemat biaya dengan memangkas anggaran untuk energi. Demikian keterangan yang dikutip dari TG Daily, Rabu (9/12/2009).
Manager Hastings Borough Council Peter Mead menyebutkan tanaga daur ulang tersebut tidak datang langsung dari tubuh jenazah akan tetapi berasal dari mesin yang digunakan untuk mengkremasi orang meninggal dan menyaring gas dari proses pembakaran.
Hingga saat ini, tempat pembakaran mayat di Hastings Borough Council telah menghasilkan gas bermanfaat senilai 25.000 euro setiap tahunnya.

Kematian orang-orang asal Hastings, Inggris sangat membantu negara kerajaan tersebut memproduksi energi yang dapat digunakan kembali.
Selama ratusan tahun, sebuah lembaga bernama Hastings Borough Council di Timur Sussex mengkremasi orang-orang yang meninggal dunia, tanpa tahu manfaat dari carbon footprint yang dihasilkan dari proses kremasi tersebut.
Carbon footprint adalah total kumpulan emisi gas dari efek rumah kaca yang dihasilkan suatu organisasi, pabrik ataupun produk. Gas ini sering disebut juga sebagai karbondioksida.
Kini lembaga tersebut ingin berinvestasi untuk teknologi sumber daya energi dengan memanfaatkan proses kremasi orang telah meninggal. Mereka berupaya mengubah sisa panas dari proses kremasi menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Sebuah generator baru yang segera dipasang musim panas mendatang, merupakan bagian dari kelengkapan proyek energi seharga 800.000 euro ini. Proyek tersebut diyakini akan menghemat biaya dengan memangkas anggaran untuk energi. Demikian keterangan yang dikutip dari TG Daily, Rabu (9/12/2009).
Manager Hastings Borough Council Peter Mead menyebutkan tanaga daur ulang tersebut tidak datang langsung dari tubuh jenazah akan tetapi berasal dari mesin yang digunakan untuk mengkremasi orang meninggal dan menyaring gas dari proses pembakaran.
Hingga saat ini, tempat pembakaran mayat di Hastings Borough Council telah menghasilkan gas bermanfaat senilai 25.000 euro setiap tahunnya.
Label:
Sains
Jessica Alba, Aktris Berwajah 'Sempurna' versi Ilmuwan

Jessica Alba dan Shania Twain dinilai ilmuwan dari University of Toronto sebagai selebriti yang memiliki wajah sempurna. Artinya, bentuk mata, dan jarak antara mata, hidung dan telinga memiliki ukuran yang tepat dan seimbang.
Selama ini, banyak yang melihat ukuran kecantikan wajah hanya dilihat sebatas keindahan mata saja, tanpa pernah memperhitungkan keseimbangan jarak antara bagian-bagian wajah tersebut.
"Kita semua mengetahui setiap wajah berbeda-beda, tapi studi kami memperlihatkan bahwa struktur wajah memberikan kontribusi terbesar bagi daya pikat seorang perempuan," kata Professor Kang Lee, dari University of Toronto seperti dilansir telegraph, Senin (21/12/2009).
Professor kang Lee sendiri, melihat wajah-wajah seperti Angelina Jolie sebenarnya tak masuk ke dalam kriteria cantik. Pasalnya bentuk wajahnya tak memiliki keseimbangan diantara bagian-bagian wajah.
Penelitian ini dilakukan dengan cara menanyakan sejumlah responden tentang foto-foto wajah wanita. Setiap responden diminta untuk mengomentari dan memberi nilai pada foto wajah yang disodorkan. Foto-foto tersebut terdiri dari bermacam-macam bentuk struktur wajah artis-artis yang dinilai cantik.
Daya pikat wajah perempuan, menurut hasil penelitian, yang paling utama adalah lebar wajah, yakni luas muka antara kuping kanan dengan kuping kiri. "Tapi bagi yang berwajah lebar bisa dimanipulasi dengan mengatur tata rambut untuk membuat rasio wajah terlihat proporsional," kata Lee.

Jessica Alba dan Shania Twain dinilai ilmuwan dari University of Toronto sebagai selebriti yang memiliki wajah sempurna. Artinya, bentuk mata, dan jarak antara mata, hidung dan telinga memiliki ukuran yang tepat dan seimbang.
Selama ini, banyak yang melihat ukuran kecantikan wajah hanya dilihat sebatas keindahan mata saja, tanpa pernah memperhitungkan keseimbangan jarak antara bagian-bagian wajah tersebut.
"Kita semua mengetahui setiap wajah berbeda-beda, tapi studi kami memperlihatkan bahwa struktur wajah memberikan kontribusi terbesar bagi daya pikat seorang perempuan," kata Professor Kang Lee, dari University of Toronto seperti dilansir telegraph, Senin (21/12/2009).
Professor kang Lee sendiri, melihat wajah-wajah seperti Angelina Jolie sebenarnya tak masuk ke dalam kriteria cantik. Pasalnya bentuk wajahnya tak memiliki keseimbangan diantara bagian-bagian wajah.
Penelitian ini dilakukan dengan cara menanyakan sejumlah responden tentang foto-foto wajah wanita. Setiap responden diminta untuk mengomentari dan memberi nilai pada foto wajah yang disodorkan. Foto-foto tersebut terdiri dari bermacam-macam bentuk struktur wajah artis-artis yang dinilai cantik.
Daya pikat wajah perempuan, menurut hasil penelitian, yang paling utama adalah lebar wajah, yakni luas muka antara kuping kanan dengan kuping kiri. "Tapi bagi yang berwajah lebar bisa dimanipulasi dengan mengatur tata rambut untuk membuat rasio wajah terlihat proporsional," kata Lee.
Label:
Sains
Jessica Alba, Aktris Berwajah 'Sempurna' versi Ilmuwan

Jessica Alba dan Shania Twain dinilai ilmuwan dari University of Toronto sebagai selebriti yang memiliki wajah sempurna. Artinya, bentuk mata, dan jarak antara mata, hidung dan telinga memiliki ukuran yang tepat dan seimbang.
Selama ini, banyak yang melihat ukuran kecantikan wajah hanya dilihat sebatas keindahan mata saja, tanpa pernah memperhitungkan keseimbangan jarak antara bagian-bagian wajah tersebut.
"Kita semua mengetahui setiap wajah berbeda-beda, tapi studi kami memperlihatkan bahwa struktur wajah memberikan kontribusi terbesar bagi daya pikat seorang perempuan," kata Professor Kang Lee, dari University of Toronto seperti dilansir telegraph, Senin (21/12/2009).
Professor kang Lee sendiri, melihat wajah-wajah seperti Angelina Jolie sebenarnya tak masuk ke dalam kriteria cantik. Pasalnya bentuk wajahnya tak memiliki keseimbangan diantara bagian-bagian wajah.
Penelitian ini dilakukan dengan cara menanyakan sejumlah responden tentang foto-foto wajah wanita. Setiap responden diminta untuk mengomentari dan memberi nilai pada foto wajah yang disodorkan. Foto-foto tersebut terdiri dari bermacam-macam bentuk struktur wajah artis-artis yang dinilai cantik.
Daya pikat wajah perempuan, menurut hasil penelitian, yang paling utama adalah lebar wajah, yakni luas muka antara kuping kanan dengan kuping kiri. "Tapi bagi yang berwajah lebar bisa dimanipulasi dengan mengatur tata rambut untuk membuat rasio wajah terlihat proporsional," kata Lee.

Jessica Alba dan Shania Twain dinilai ilmuwan dari University of Toronto sebagai selebriti yang memiliki wajah sempurna. Artinya, bentuk mata, dan jarak antara mata, hidung dan telinga memiliki ukuran yang tepat dan seimbang.
Selama ini, banyak yang melihat ukuran kecantikan wajah hanya dilihat sebatas keindahan mata saja, tanpa pernah memperhitungkan keseimbangan jarak antara bagian-bagian wajah tersebut.
"Kita semua mengetahui setiap wajah berbeda-beda, tapi studi kami memperlihatkan bahwa struktur wajah memberikan kontribusi terbesar bagi daya pikat seorang perempuan," kata Professor Kang Lee, dari University of Toronto seperti dilansir telegraph, Senin (21/12/2009).
Professor kang Lee sendiri, melihat wajah-wajah seperti Angelina Jolie sebenarnya tak masuk ke dalam kriteria cantik. Pasalnya bentuk wajahnya tak memiliki keseimbangan diantara bagian-bagian wajah.
Penelitian ini dilakukan dengan cara menanyakan sejumlah responden tentang foto-foto wajah wanita. Setiap responden diminta untuk mengomentari dan memberi nilai pada foto wajah yang disodorkan. Foto-foto tersebut terdiri dari bermacam-macam bentuk struktur wajah artis-artis yang dinilai cantik.
Daya pikat wajah perempuan, menurut hasil penelitian, yang paling utama adalah lebar wajah, yakni luas muka antara kuping kanan dengan kuping kiri. "Tapi bagi yang berwajah lebar bisa dimanipulasi dengan mengatur tata rambut untuk membuat rasio wajah terlihat proporsional," kata Lee.
Label:
Sains
Selir Raja Henry II Meninggal Karena Minum Emas?

Bukan hal aneh jika emas dipakai sebagai perhiasan untuk mempercantik wanita. Namun temuan terbaru ini mungkin akan membuat sebagian orang heran.
Ilmuwan Prancis menemukan bukti bahwa selir Raja Henry II, Diane de Poitiers semasa hidupnya memiliki kebiasaan meminum emas cair agar awet muda dan terlihat cantik. Namun tragisnya, kebiasaan itu juga yang kemudian membunuhnya.
Hal ini terungkap setelah mereka melakukan otopsi dan penelitian terhadap sisa jasad Diane yang ditemukan pada penggalian situs bersejarah tahun lalu.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, para ilmuwan memberikan laporan bahwa mereka menemukan kandungan bahan emas tingkat tinggi di kepala dan rambut Diane. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Rabu (23/12/2009).
Karena dia bukan seorang Ratu dan tidak menggunakan mahkota, para ilmuwan menyebutkan mustahil jika emas tersebut berasal dari mahkota yang mencemari rambut dan tubuhnya.
Dari hasil penelitian, para ahli menduga semasa hidupnya selir Raja Prancis abad ke-16 itu rutin meneguk bahan emas yang dapat diminum. Kebiasaan itu dipercaya bisa memelihara wajah agar tetap awet muda dan mengobati penyakit tertentu.
Ahli forensik Prancis yang turut dalam penelitian ini menemukan terdapat sisa kandungan merkuri pada tulang belulang Diane. Bahan merkuri ini umum digunakan untuk persiapan terapi pengobatan menggunakan bahan emas.
Dari penelitian sisa jasadnya, nampak bahwa Diane menderita kerapuhan tulang dan penipisan rambut. Padahal semasa hidupnya, dia dikenal senang berolahraga. Para ahli menyebutkan, hal ini merupakan tanda umum gejala 'mabuk' emas yang sudah kronis.
Data kontemporer juga menyebutkan, saat meninggal, Diane nampak muda seperti masih berusia 30 tahun. Padahal saat itu, Diane meninggal pada usia 66 tahun.

Bukan hal aneh jika emas dipakai sebagai perhiasan untuk mempercantik wanita. Namun temuan terbaru ini mungkin akan membuat sebagian orang heran.
Ilmuwan Prancis menemukan bukti bahwa selir Raja Henry II, Diane de Poitiers semasa hidupnya memiliki kebiasaan meminum emas cair agar awet muda dan terlihat cantik. Namun tragisnya, kebiasaan itu juga yang kemudian membunuhnya.
Hal ini terungkap setelah mereka melakukan otopsi dan penelitian terhadap sisa jasad Diane yang ditemukan pada penggalian situs bersejarah tahun lalu.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, para ilmuwan memberikan laporan bahwa mereka menemukan kandungan bahan emas tingkat tinggi di kepala dan rambut Diane. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Rabu (23/12/2009).
Karena dia bukan seorang Ratu dan tidak menggunakan mahkota, para ilmuwan menyebutkan mustahil jika emas tersebut berasal dari mahkota yang mencemari rambut dan tubuhnya.
Dari hasil penelitian, para ahli menduga semasa hidupnya selir Raja Prancis abad ke-16 itu rutin meneguk bahan emas yang dapat diminum. Kebiasaan itu dipercaya bisa memelihara wajah agar tetap awet muda dan mengobati penyakit tertentu.
Ahli forensik Prancis yang turut dalam penelitian ini menemukan terdapat sisa kandungan merkuri pada tulang belulang Diane. Bahan merkuri ini umum digunakan untuk persiapan terapi pengobatan menggunakan bahan emas.
Dari penelitian sisa jasadnya, nampak bahwa Diane menderita kerapuhan tulang dan penipisan rambut. Padahal semasa hidupnya, dia dikenal senang berolahraga. Para ahli menyebutkan, hal ini merupakan tanda umum gejala 'mabuk' emas yang sudah kronis.
Data kontemporer juga menyebutkan, saat meninggal, Diane nampak muda seperti masih berusia 30 tahun. Padahal saat itu, Diane meninggal pada usia 66 tahun.
Label:
Sains
Selir Raja Henry II Meninggal Karena Minum Emas?

Bukan hal aneh jika emas dipakai sebagai perhiasan untuk mempercantik wanita. Namun temuan terbaru ini mungkin akan membuat sebagian orang heran.
Ilmuwan Prancis menemukan bukti bahwa selir Raja Henry II, Diane de Poitiers semasa hidupnya memiliki kebiasaan meminum emas cair agar awet muda dan terlihat cantik. Namun tragisnya, kebiasaan itu juga yang kemudian membunuhnya.
Hal ini terungkap setelah mereka melakukan otopsi dan penelitian terhadap sisa jasad Diane yang ditemukan pada penggalian situs bersejarah tahun lalu.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, para ilmuwan memberikan laporan bahwa mereka menemukan kandungan bahan emas tingkat tinggi di kepala dan rambut Diane. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Rabu (23/12/2009).
Karena dia bukan seorang Ratu dan tidak menggunakan mahkota, para ilmuwan menyebutkan mustahil jika emas tersebut berasal dari mahkota yang mencemari rambut dan tubuhnya.
Dari hasil penelitian, para ahli menduga semasa hidupnya selir Raja Prancis abad ke-16 itu rutin meneguk bahan emas yang dapat diminum. Kebiasaan itu dipercaya bisa memelihara wajah agar tetap awet muda dan mengobati penyakit tertentu.
Ahli forensik Prancis yang turut dalam penelitian ini menemukan terdapat sisa kandungan merkuri pada tulang belulang Diane. Bahan merkuri ini umum digunakan untuk persiapan terapi pengobatan menggunakan bahan emas.
Dari penelitian sisa jasadnya, nampak bahwa Diane menderita kerapuhan tulang dan penipisan rambut. Padahal semasa hidupnya, dia dikenal senang berolahraga. Para ahli menyebutkan, hal ini merupakan tanda umum gejala 'mabuk' emas yang sudah kronis.
Data kontemporer juga menyebutkan, saat meninggal, Diane nampak muda seperti masih berusia 30 tahun. Padahal saat itu, Diane meninggal pada usia 66 tahun.

Bukan hal aneh jika emas dipakai sebagai perhiasan untuk mempercantik wanita. Namun temuan terbaru ini mungkin akan membuat sebagian orang heran.
Ilmuwan Prancis menemukan bukti bahwa selir Raja Henry II, Diane de Poitiers semasa hidupnya memiliki kebiasaan meminum emas cair agar awet muda dan terlihat cantik. Namun tragisnya, kebiasaan itu juga yang kemudian membunuhnya.
Hal ini terungkap setelah mereka melakukan otopsi dan penelitian terhadap sisa jasad Diane yang ditemukan pada penggalian situs bersejarah tahun lalu.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, para ilmuwan memberikan laporan bahwa mereka menemukan kandungan bahan emas tingkat tinggi di kepala dan rambut Diane. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Rabu (23/12/2009).
Karena dia bukan seorang Ratu dan tidak menggunakan mahkota, para ilmuwan menyebutkan mustahil jika emas tersebut berasal dari mahkota yang mencemari rambut dan tubuhnya.
Dari hasil penelitian, para ahli menduga semasa hidupnya selir Raja Prancis abad ke-16 itu rutin meneguk bahan emas yang dapat diminum. Kebiasaan itu dipercaya bisa memelihara wajah agar tetap awet muda dan mengobati penyakit tertentu.
Ahli forensik Prancis yang turut dalam penelitian ini menemukan terdapat sisa kandungan merkuri pada tulang belulang Diane. Bahan merkuri ini umum digunakan untuk persiapan terapi pengobatan menggunakan bahan emas.
Dari penelitian sisa jasadnya, nampak bahwa Diane menderita kerapuhan tulang dan penipisan rambut. Padahal semasa hidupnya, dia dikenal senang berolahraga. Para ahli menyebutkan, hal ini merupakan tanda umum gejala 'mabuk' emas yang sudah kronis.
Data kontemporer juga menyebutkan, saat meninggal, Diane nampak muda seperti masih berusia 30 tahun. Padahal saat itu, Diane meninggal pada usia 66 tahun.
Label:
Sains
Riset: Malaikat Tak Bisa Terbang ?

Selama ini dalam lukisan-lukisan seringkali malaikat digambarkan sebagai sosok bersayap yang mampu terbang melintasi awan.
Tapi menurut ilmuwan, penggambaran tersebut salah karena sangat mustahil malaikat terbang dengan sayap padahal memiliki kaki dan tangan.
Menurut Profesor Roger Wotton dari University College London, melihat anatomi tubuh seperti kaki tangan dan sayap tentunya malaikat akan membutuhkan sebuah landasan dan tenaga besar untuk mampu terbang. "Mereka tentunya akan membutuhkan angin dengan kecepatan sangat tinggi untuk take-off," kata Roger seperti dilansir Telegraph, Rabu (23/12/2004).
Malaikat hingga saat ini, dipercaya sebagian masyarakat. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Pew Forum on Religious and Public Life diketahui bahwa 68 persen dari 36 ribu orang dewasa di Amerika Serikat mempercayai kehadiran malaikat dan iblis dalam kehidupan manusia.
Tak heran jika hingga saat ini gambaran mengenai malaikat, atau bayi bersayap masih menghiasi sejumlah arsitektur bangunan atau lukisan.
Menurut Wotton, penggambaran itu sangat dipengaruhi mitos yang berkembang dalam masyarakat.
"Gambaran malaikat yang mampu terbang bertujuan untuk mengajarkan manusia bahwa malaikat memiliki kemampuan yang lebih dari manusia mereka dipercaya membawa pesan dari surga, sehingga dibuat gambaran bahwa mereka mampu terbang," katanya.

Selama ini dalam lukisan-lukisan seringkali malaikat digambarkan sebagai sosok bersayap yang mampu terbang melintasi awan.
Tapi menurut ilmuwan, penggambaran tersebut salah karena sangat mustahil malaikat terbang dengan sayap padahal memiliki kaki dan tangan.
Menurut Profesor Roger Wotton dari University College London, melihat anatomi tubuh seperti kaki tangan dan sayap tentunya malaikat akan membutuhkan sebuah landasan dan tenaga besar untuk mampu terbang. "Mereka tentunya akan membutuhkan angin dengan kecepatan sangat tinggi untuk take-off," kata Roger seperti dilansir Telegraph, Rabu (23/12/2004).
Malaikat hingga saat ini, dipercaya sebagian masyarakat. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Pew Forum on Religious and Public Life diketahui bahwa 68 persen dari 36 ribu orang dewasa di Amerika Serikat mempercayai kehadiran malaikat dan iblis dalam kehidupan manusia.
Tak heran jika hingga saat ini gambaran mengenai malaikat, atau bayi bersayap masih menghiasi sejumlah arsitektur bangunan atau lukisan.
Menurut Wotton, penggambaran itu sangat dipengaruhi mitos yang berkembang dalam masyarakat.
"Gambaran malaikat yang mampu terbang bertujuan untuk mengajarkan manusia bahwa malaikat memiliki kemampuan yang lebih dari manusia mereka dipercaya membawa pesan dari surga, sehingga dibuat gambaran bahwa mereka mampu terbang," katanya.
Label:
Sains