Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Label:
Sains,
Technology
Label:
Sains,
Technology
Kapsul Anti Kiamat Dijual Dengan Harga Rp 883 Juta !

"Tentang hari kiamat 2012, seorang penemu Rusia berhasil membuat kapsul untuk melindungi diri dari hari kiamat.
Kapsul Anti Kiamat ini pun di sinyalir dapat menangkal goncangan, benturan keras serta panas dari larva atau tsunami bahkan gambaran dalam film Kiamat 2012 dapat di tangkal dengan Kapsul Anti Kiamat ini.
Dengan harga Rp 883 juta untuk 4 orang, Insinyur dan Penemu Ecgeny Ubiyko mempunyai jawaban praktis atas kemungkinan datangnya bencana semacam itu.
“Ini bukanlah hanya fantasi. Ini adalah fisika, kimia dan matematika. Jadi 2012 adalah gambaran bencana sejak beberapa tahun lalu. Dan ini adalah jawaban apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Bencana yang dibicarakan adalah semacam tsunami, yang oleh bangsa Maya diprediksi akan memicu akhir kehidupan di bumi, hanya dalam jangka waktu tiga tahun dari sekarang.
Dan untuk apa yang harus dilakukan, Evgeny menyarankan untuk masuk menyelamatkan diri ke dalam sebuah kapsul ciptaannya, yang dinamakan 2012.
Dia menunjukkan prototipenya. Menurut Evgeny, sekali diproduksi dengan biaya US$92 ribu atau setara dengan Rp 883 juta, muat diisi oleh 4 orang dan akan sulit dihancurkan.
Mereka harus bertahan hidup dalam bencana alam besar, serangan teroris dan bahkan efek dari akhir dunia untuk sekitar 40 hari sementara di kapsul.
"Ini adalah alat pelindung anti peluru," katanya. "2012 tidak dapat dihancurkan oleh bahan peledak atau terbakar habis. Tidak ada yang dapat terjadi untuk itu, " tambahnya.
Ada model alat pelindung serupa di Amerika Serikat, namun penemu Rusia ini mengatakan bahwa alat buatan versi nyalah yang lebih maju, yakni dapat bertahan di kedalaman laut dan aliran lava.
Meskipun, untuk beberapa yang skeptis dengan prediksi bangsa Maya dan pemanasan global, Evgeny dan alatnya sebagai simbol perangkat monetisasi keuntungan dari ketakutan orang banyak.
“Masyarakat Eropa yang mengambil keuntungan dari teori bencana ekologis pada tahun 1970 memutuskan untuk memperbaharui pendapatan mereka di tahun 1990 dengan menciptakan konsep pemanasan global yang dalam opini mereka, akan menyebabkan bencana hebat,” ujar Ahli Masa Depan atau Futuris Sergey."

"Tentang hari kiamat 2012, seorang penemu Rusia berhasil membuat kapsul untuk melindungi diri dari hari kiamat.
Kapsul Anti Kiamat ini pun di sinyalir dapat menangkal goncangan, benturan keras serta panas dari larva atau tsunami bahkan gambaran dalam film Kiamat 2012 dapat di tangkal dengan Kapsul Anti Kiamat ini.
Dengan harga Rp 883 juta untuk 4 orang, Insinyur dan Penemu Ecgeny Ubiyko mempunyai jawaban praktis atas kemungkinan datangnya bencana semacam itu.
“Ini bukanlah hanya fantasi. Ini adalah fisika, kimia dan matematika. Jadi 2012 adalah gambaran bencana sejak beberapa tahun lalu. Dan ini adalah jawaban apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Bencana yang dibicarakan adalah semacam tsunami, yang oleh bangsa Maya diprediksi akan memicu akhir kehidupan di bumi, hanya dalam jangka waktu tiga tahun dari sekarang.
Dan untuk apa yang harus dilakukan, Evgeny menyarankan untuk masuk menyelamatkan diri ke dalam sebuah kapsul ciptaannya, yang dinamakan 2012.
Dia menunjukkan prototipenya. Menurut Evgeny, sekali diproduksi dengan biaya US$92 ribu atau setara dengan Rp 883 juta, muat diisi oleh 4 orang dan akan sulit dihancurkan.
Mereka harus bertahan hidup dalam bencana alam besar, serangan teroris dan bahkan efek dari akhir dunia untuk sekitar 40 hari sementara di kapsul.
"Ini adalah alat pelindung anti peluru," katanya. "2012 tidak dapat dihancurkan oleh bahan peledak atau terbakar habis. Tidak ada yang dapat terjadi untuk itu, " tambahnya.
Ada model alat pelindung serupa di Amerika Serikat, namun penemu Rusia ini mengatakan bahwa alat buatan versi nyalah yang lebih maju, yakni dapat bertahan di kedalaman laut dan aliran lava.
Meskipun, untuk beberapa yang skeptis dengan prediksi bangsa Maya dan pemanasan global, Evgeny dan alatnya sebagai simbol perangkat monetisasi keuntungan dari ketakutan orang banyak.
“Masyarakat Eropa yang mengambil keuntungan dari teori bencana ekologis pada tahun 1970 memutuskan untuk memperbaharui pendapatan mereka di tahun 1990 dengan menciptakan konsep pemanasan global yang dalam opini mereka, akan menyebabkan bencana hebat,” ujar Ahli Masa Depan atau Futuris Sergey."
Label:
Technology
Jam Kiamat Dimajukan Lagi

Jarum jam Doomsday Clock atau jam kiamat di New York akan dimajukan lebih cepat pada pukul tiga sore waktu setempat hari ini, dalam dua tahun terakhir.
Jam lonceng ini merupakan perumpamaan untuk mengingatkan manusia dan mempresentasikan seberapa dekatnya kita menghampiri bencana besar. Pengingat ini diwakili dengan sampainya jarum jam Doomsday Clock ke waktu pertengahan malam atau tepat jam 00.00.
Dilansir Telegraph, Kamis (14/1/2010), jam ciptaan para ilmuwan yang tergabung dalam Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) ini dibuat pada 1947, dua tahun setelah AS menurunkan bom atom pertama di Jepang pada Perang Dunia II. Kala itu, waktu Doomsday Clock pertama kali diatur tujuh menit menuju waktu tengah malam.
Sepanjang pergantian jajaran ilmuwan BAS yang juga termasuk di dalamnya Professor Stephen Hawking dan 18 penerima nobel sains ternama, waktu Doomsday Clock telah 18 kali diubah.
Percepatan waktu yang tercatat diantaranya pada 1953, waktu Doomsday Clock adalah dua menit menuju tengah malam. Saat itu Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet tengah memuncak. Pada 2007, jarum jam Doomsday Clock maju menjadi lima menit menuju waktu tengah malam. Percepatan ini merefleksikan gagalnya penyelesaian masalah senjata nuklir.
Pengaturan jam terbaru pernah dilakukan pada 1991 ketika Doomsday Clock diatur mundur ke waktu 17 menit menuju tengah malam. Saat itu AS dan Uni Soviet menandatangani perjanjian Strategic Arms Reduction Treaty.
Perubahan yang terjadi pada Kamis sore hari ini bisa disaksikan oleh publik pertama kalinya melalui web feed pada hari Jumat besok.
Juru bicara BAS menyebutkan ada banyak faktor yang mempengaruhi percepatan waktu Doomsday Clock akhir-akhir ini. Faktor perubahan tersebut di antaranya adalah pelucutan dan nonproliferasi nuklir, ekspansi kekuatan nuklir warga sipil, kemungkinan teror senjata nuklir serta perubahan cuaca. (rah)

Jarum jam Doomsday Clock atau jam kiamat di New York akan dimajukan lebih cepat pada pukul tiga sore waktu setempat hari ini, dalam dua tahun terakhir.
Jam lonceng ini merupakan perumpamaan untuk mengingatkan manusia dan mempresentasikan seberapa dekatnya kita menghampiri bencana besar. Pengingat ini diwakili dengan sampainya jarum jam Doomsday Clock ke waktu pertengahan malam atau tepat jam 00.00.
Dilansir Telegraph, Kamis (14/1/2010), jam ciptaan para ilmuwan yang tergabung dalam Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) ini dibuat pada 1947, dua tahun setelah AS menurunkan bom atom pertama di Jepang pada Perang Dunia II. Kala itu, waktu Doomsday Clock pertama kali diatur tujuh menit menuju waktu tengah malam.
Sepanjang pergantian jajaran ilmuwan BAS yang juga termasuk di dalamnya Professor Stephen Hawking dan 18 penerima nobel sains ternama, waktu Doomsday Clock telah 18 kali diubah.
Percepatan waktu yang tercatat diantaranya pada 1953, waktu Doomsday Clock adalah dua menit menuju tengah malam. Saat itu Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet tengah memuncak. Pada 2007, jarum jam Doomsday Clock maju menjadi lima menit menuju waktu tengah malam. Percepatan ini merefleksikan gagalnya penyelesaian masalah senjata nuklir.
Pengaturan jam terbaru pernah dilakukan pada 1991 ketika Doomsday Clock diatur mundur ke waktu 17 menit menuju tengah malam. Saat itu AS dan Uni Soviet menandatangani perjanjian Strategic Arms Reduction Treaty.
Perubahan yang terjadi pada Kamis sore hari ini bisa disaksikan oleh publik pertama kalinya melalui web feed pada hari Jumat besok.
Juru bicara BAS menyebutkan ada banyak faktor yang mempengaruhi percepatan waktu Doomsday Clock akhir-akhir ini. Faktor perubahan tersebut di antaranya adalah pelucutan dan nonproliferasi nuklir, ekspansi kekuatan nuklir warga sipil, kemungkinan teror senjata nuklir serta perubahan cuaca. (rah)
Label:
Technology
Jam Kiamat Dimajukan Lagi

Jarum jam Doomsday Clock atau jam kiamat di New York akan dimajukan lebih cepat pada pukul tiga sore waktu setempat hari ini, dalam dua tahun terakhir.
Jam lonceng ini merupakan perumpamaan untuk mengingatkan manusia dan mempresentasikan seberapa dekatnya kita menghampiri bencana besar. Pengingat ini diwakili dengan sampainya jarum jam Doomsday Clock ke waktu pertengahan malam atau tepat jam 00.00.
Dilansir Telegraph, Kamis (14/1/2010), jam ciptaan para ilmuwan yang tergabung dalam Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) ini dibuat pada 1947, dua tahun setelah AS menurunkan bom atom pertama di Jepang pada Perang Dunia II. Kala itu, waktu Doomsday Clock pertama kali diatur tujuh menit menuju waktu tengah malam.
Sepanjang pergantian jajaran ilmuwan BAS yang juga termasuk di dalamnya Professor Stephen Hawking dan 18 penerima nobel sains ternama, waktu Doomsday Clock telah 18 kali diubah.
Percepatan waktu yang tercatat diantaranya pada 1953, waktu Doomsday Clock adalah dua menit menuju tengah malam. Saat itu Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet tengah memuncak. Pada 2007, jarum jam Doomsday Clock maju menjadi lima menit menuju waktu tengah malam. Percepatan ini merefleksikan gagalnya penyelesaian masalah senjata nuklir.
Pengaturan jam terbaru pernah dilakukan pada 1991 ketika Doomsday Clock diatur mundur ke waktu 17 menit menuju tengah malam. Saat itu AS dan Uni Soviet menandatangani perjanjian Strategic Arms Reduction Treaty.
Perubahan yang terjadi pada Kamis sore hari ini bisa disaksikan oleh publik pertama kalinya melalui web feed pada hari Jumat besok.
Juru bicara BAS menyebutkan ada banyak faktor yang mempengaruhi percepatan waktu Doomsday Clock akhir-akhir ini. Faktor perubahan tersebut di antaranya adalah pelucutan dan nonproliferasi nuklir, ekspansi kekuatan nuklir warga sipil, kemungkinan teror senjata nuklir serta perubahan cuaca. (rah)

Jarum jam Doomsday Clock atau jam kiamat di New York akan dimajukan lebih cepat pada pukul tiga sore waktu setempat hari ini, dalam dua tahun terakhir.
Jam lonceng ini merupakan perumpamaan untuk mengingatkan manusia dan mempresentasikan seberapa dekatnya kita menghampiri bencana besar. Pengingat ini diwakili dengan sampainya jarum jam Doomsday Clock ke waktu pertengahan malam atau tepat jam 00.00.
Dilansir Telegraph, Kamis (14/1/2010), jam ciptaan para ilmuwan yang tergabung dalam Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) ini dibuat pada 1947, dua tahun setelah AS menurunkan bom atom pertama di Jepang pada Perang Dunia II. Kala itu, waktu Doomsday Clock pertama kali diatur tujuh menit menuju waktu tengah malam.
Sepanjang pergantian jajaran ilmuwan BAS yang juga termasuk di dalamnya Professor Stephen Hawking dan 18 penerima nobel sains ternama, waktu Doomsday Clock telah 18 kali diubah.
Percepatan waktu yang tercatat diantaranya pada 1953, waktu Doomsday Clock adalah dua menit menuju tengah malam. Saat itu Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet tengah memuncak. Pada 2007, jarum jam Doomsday Clock maju menjadi lima menit menuju waktu tengah malam. Percepatan ini merefleksikan gagalnya penyelesaian masalah senjata nuklir.
Pengaturan jam terbaru pernah dilakukan pada 1991 ketika Doomsday Clock diatur mundur ke waktu 17 menit menuju tengah malam. Saat itu AS dan Uni Soviet menandatangani perjanjian Strategic Arms Reduction Treaty.
Perubahan yang terjadi pada Kamis sore hari ini bisa disaksikan oleh publik pertama kalinya melalui web feed pada hari Jumat besok.
Juru bicara BAS menyebutkan ada banyak faktor yang mempengaruhi percepatan waktu Doomsday Clock akhir-akhir ini. Faktor perubahan tersebut di antaranya adalah pelucutan dan nonproliferasi nuklir, ekspansi kekuatan nuklir warga sipil, kemungkinan teror senjata nuklir serta perubahan cuaca. (rah)
Label:
Technology
Ilmuwan Temukan Cara Baru Hilangkan Ketakutan

Para ilmuwan menemukan cara untuk menghentikan memori atau ingatan akan rasa takut tanpa mengkonsumsi obat.
Temuan Elizabeth Phelps dan timnya dari New York University ini dapat digunakan sebagai metode pendekatan baru dalam menangani pasien penderita gangguan psikologis akibat trauma.
Dalam uji coba yang dilakukan pada tikus, Phelps menemukan bahwa aktivitas pengaktifan ulang memori yang terjadi pada otak tikus membuka 'jendela' ke masa tertentu dimana memori otak dapat 'diedit' sebelum disimpan kembali.
"Sebelum memori disimpan, terdapat periode dimana memori-memori tersebut rentan diganggu," kata Phelps seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/12/2009).
Studi sebelumnya membuktikan obat-obatan khusus dapat digunakan untuk menghentikan memori ketakutan. Namun efek dari obat ini tidak berlangsung lama.
Dalam uji coba pada tikus, Phelps dan timnya mendapatkan kesimpulan bahwa memori lama pada otak dapat diubah atau dikonsolidasikan kembali, namun hanya selama 'jendela' ke masa yang merekam memori ketakutan itu tengah 'terbuka'. Waktu jendela ingatan itu terbuka adalah selama 10 menit.
Para peneliti kemudian melakukan pengujian ini terhadap manusia. Awalnya, mereka menciptakan memori ketakutan pada para partisipan dengan memperlihatkan apa yang disebut 'blue square' serta memberikan semacam shock theraphy ringan.
Sekali mereka menciptakan memori ketakutan, otak mereka akan dengan mudah menampilkan blue square yang mengingatkan mereka akan ketakutan tersebut.
Tim kemudian menunggu selama 10 menit dan mulai melakukan sebuah latihan dimana para patisipan mengingat kembali blue square tanpa diberikan shock theraphy.
Phelps menyebutkan, hal tersebut membuat memori ketakutan yang tersimpan di otak dapat diedit, dan selanjutnya menghentikan partisipan mengingat blue square.
Sementara itu, pada aktivitas otak kelompok partisipan lain, memperlihatkan bahwa otak mereka terus mengingat blue square. Pada periode jendela ingatan terbuka selama 10 menit, mereka dibiarkan mengingat memori ketakutan tersebut.

Para ilmuwan menemukan cara untuk menghentikan memori atau ingatan akan rasa takut tanpa mengkonsumsi obat.
Temuan Elizabeth Phelps dan timnya dari New York University ini dapat digunakan sebagai metode pendekatan baru dalam menangani pasien penderita gangguan psikologis akibat trauma.
Dalam uji coba yang dilakukan pada tikus, Phelps menemukan bahwa aktivitas pengaktifan ulang memori yang terjadi pada otak tikus membuka 'jendela' ke masa tertentu dimana memori otak dapat 'diedit' sebelum disimpan kembali.
"Sebelum memori disimpan, terdapat periode dimana memori-memori tersebut rentan diganggu," kata Phelps seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/12/2009).
Studi sebelumnya membuktikan obat-obatan khusus dapat digunakan untuk menghentikan memori ketakutan. Namun efek dari obat ini tidak berlangsung lama.
Dalam uji coba pada tikus, Phelps dan timnya mendapatkan kesimpulan bahwa memori lama pada otak dapat diubah atau dikonsolidasikan kembali, namun hanya selama 'jendela' ke masa yang merekam memori ketakutan itu tengah 'terbuka'. Waktu jendela ingatan itu terbuka adalah selama 10 menit.
Para peneliti kemudian melakukan pengujian ini terhadap manusia. Awalnya, mereka menciptakan memori ketakutan pada para partisipan dengan memperlihatkan apa yang disebut 'blue square' serta memberikan semacam shock theraphy ringan.
Sekali mereka menciptakan memori ketakutan, otak mereka akan dengan mudah menampilkan blue square yang mengingatkan mereka akan ketakutan tersebut.
Tim kemudian menunggu selama 10 menit dan mulai melakukan sebuah latihan dimana para patisipan mengingat kembali blue square tanpa diberikan shock theraphy.
Phelps menyebutkan, hal tersebut membuat memori ketakutan yang tersimpan di otak dapat diedit, dan selanjutnya menghentikan partisipan mengingat blue square.
Sementara itu, pada aktivitas otak kelompok partisipan lain, memperlihatkan bahwa otak mereka terus mengingat blue square. Pada periode jendela ingatan terbuka selama 10 menit, mereka dibiarkan mengingat memori ketakutan tersebut.
Label:
Technology
Ilmuwan Temukan Cara Baru Hilangkan Ketakutan

Para ilmuwan menemukan cara untuk menghentikan memori atau ingatan akan rasa takut tanpa mengkonsumsi obat.
Temuan Elizabeth Phelps dan timnya dari New York University ini dapat digunakan sebagai metode pendekatan baru dalam menangani pasien penderita gangguan psikologis akibat trauma.
Dalam uji coba yang dilakukan pada tikus, Phelps menemukan bahwa aktivitas pengaktifan ulang memori yang terjadi pada otak tikus membuka 'jendela' ke masa tertentu dimana memori otak dapat 'diedit' sebelum disimpan kembali.
"Sebelum memori disimpan, terdapat periode dimana memori-memori tersebut rentan diganggu," kata Phelps seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/12/2009).
Studi sebelumnya membuktikan obat-obatan khusus dapat digunakan untuk menghentikan memori ketakutan. Namun efek dari obat ini tidak berlangsung lama.
Dalam uji coba pada tikus, Phelps dan timnya mendapatkan kesimpulan bahwa memori lama pada otak dapat diubah atau dikonsolidasikan kembali, namun hanya selama 'jendela' ke masa yang merekam memori ketakutan itu tengah 'terbuka'. Waktu jendela ingatan itu terbuka adalah selama 10 menit.
Para peneliti kemudian melakukan pengujian ini terhadap manusia. Awalnya, mereka menciptakan memori ketakutan pada para partisipan dengan memperlihatkan apa yang disebut 'blue square' serta memberikan semacam shock theraphy ringan.
Sekali mereka menciptakan memori ketakutan, otak mereka akan dengan mudah menampilkan blue square yang mengingatkan mereka akan ketakutan tersebut.
Tim kemudian menunggu selama 10 menit dan mulai melakukan sebuah latihan dimana para patisipan mengingat kembali blue square tanpa diberikan shock theraphy.
Phelps menyebutkan, hal tersebut membuat memori ketakutan yang tersimpan di otak dapat diedit, dan selanjutnya menghentikan partisipan mengingat blue square.
Sementara itu, pada aktivitas otak kelompok partisipan lain, memperlihatkan bahwa otak mereka terus mengingat blue square. Pada periode jendela ingatan terbuka selama 10 menit, mereka dibiarkan mengingat memori ketakutan tersebut.

Para ilmuwan menemukan cara untuk menghentikan memori atau ingatan akan rasa takut tanpa mengkonsumsi obat.
Temuan Elizabeth Phelps dan timnya dari New York University ini dapat digunakan sebagai metode pendekatan baru dalam menangani pasien penderita gangguan psikologis akibat trauma.
Dalam uji coba yang dilakukan pada tikus, Phelps menemukan bahwa aktivitas pengaktifan ulang memori yang terjadi pada otak tikus membuka 'jendela' ke masa tertentu dimana memori otak dapat 'diedit' sebelum disimpan kembali.
"Sebelum memori disimpan, terdapat periode dimana memori-memori tersebut rentan diganggu," kata Phelps seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/12/2009).
Studi sebelumnya membuktikan obat-obatan khusus dapat digunakan untuk menghentikan memori ketakutan. Namun efek dari obat ini tidak berlangsung lama.
Dalam uji coba pada tikus, Phelps dan timnya mendapatkan kesimpulan bahwa memori lama pada otak dapat diubah atau dikonsolidasikan kembali, namun hanya selama 'jendela' ke masa yang merekam memori ketakutan itu tengah 'terbuka'. Waktu jendela ingatan itu terbuka adalah selama 10 menit.
Para peneliti kemudian melakukan pengujian ini terhadap manusia. Awalnya, mereka menciptakan memori ketakutan pada para partisipan dengan memperlihatkan apa yang disebut 'blue square' serta memberikan semacam shock theraphy ringan.
Sekali mereka menciptakan memori ketakutan, otak mereka akan dengan mudah menampilkan blue square yang mengingatkan mereka akan ketakutan tersebut.
Tim kemudian menunggu selama 10 menit dan mulai melakukan sebuah latihan dimana para patisipan mengingat kembali blue square tanpa diberikan shock theraphy.
Phelps menyebutkan, hal tersebut membuat memori ketakutan yang tersimpan di otak dapat diedit, dan selanjutnya menghentikan partisipan mengingat blue square.
Sementara itu, pada aktivitas otak kelompok partisipan lain, memperlihatkan bahwa otak mereka terus mengingat blue square. Pada periode jendela ingatan terbuka selama 10 menit, mereka dibiarkan mengingat memori ketakutan tersebut.
Label:
Technology
Hubble Temukan Pohon Natal di Luar Angkasa

Teleskop luar angkasa Hubble menangkap sebuah citra mirip pohon Natal yang dikelilingi cahaya bintang di sekitarnya.
Beberapa pengamat ada yang menyebutkan, bagian lain dari citra tersebut terlihat seperti karangan bunga bundar yang biasa menjadi asesoris perayaan Natal. Ada pula yang menyebutkan citra tersebut mirip seperti Sinterklas.
Citra tersebut ditemukan saat teleskop Hubble mengobservasi sekumpulan bintang muda yang disebut R136. Kumpulan bintang ini baru berusia beberapa juta tahun dan menghuni Doradus Nebula, sebuah bagian di luar angkasa yang relatif dekat dengan satelit galaksi Bima Sakti bernama Awan Magellanic Besar. Demikian keterangan yang dikutip dari Space, Rabu (16/12/2009).
Dalam hasil foto tersebut, ratusan bintang terang berwarna biru terang dikelilingi oleh lingkaran debu awan hangat berwarna jingga terang.
Lukisan angkasa penuh warna itu membentuk citra raksasa sebuah karangan bunga bundar dengan taburan permata berkilau. Pada bagian tengah lingkaran tersebut, nampak bayangan gelap berbentuk pohon Natal.
Astronom lain menyebutkan, jika citra tersebut diputar 90 derajat searah jarum jam, tampilannya akan menyerupai wajah berjanggut mirip Sinterklas.
Meski tidak bisa dipastikan benar atau tidaknya 'penampakan' citra ini berkaitan dengan kedatangan Natal, namun yang jelas kemunculan lukisan alam yang luar biasa ini mengajarkan para ilmuwan untuk menggali apa yang tengah terjadi di atas sana.
Gambar ini diambil oleh kamera Wide Field Camera 3 yang meneropong pada jarak 100 tahun cahaya atau 10 triliun km.

Teleskop luar angkasa Hubble menangkap sebuah citra mirip pohon Natal yang dikelilingi cahaya bintang di sekitarnya.
Beberapa pengamat ada yang menyebutkan, bagian lain dari citra tersebut terlihat seperti karangan bunga bundar yang biasa menjadi asesoris perayaan Natal. Ada pula yang menyebutkan citra tersebut mirip seperti Sinterklas.
Citra tersebut ditemukan saat teleskop Hubble mengobservasi sekumpulan bintang muda yang disebut R136. Kumpulan bintang ini baru berusia beberapa juta tahun dan menghuni Doradus Nebula, sebuah bagian di luar angkasa yang relatif dekat dengan satelit galaksi Bima Sakti bernama Awan Magellanic Besar. Demikian keterangan yang dikutip dari Space, Rabu (16/12/2009).
Dalam hasil foto tersebut, ratusan bintang terang berwarna biru terang dikelilingi oleh lingkaran debu awan hangat berwarna jingga terang.
Lukisan angkasa penuh warna itu membentuk citra raksasa sebuah karangan bunga bundar dengan taburan permata berkilau. Pada bagian tengah lingkaran tersebut, nampak bayangan gelap berbentuk pohon Natal.
Astronom lain menyebutkan, jika citra tersebut diputar 90 derajat searah jarum jam, tampilannya akan menyerupai wajah berjanggut mirip Sinterklas.
Meski tidak bisa dipastikan benar atau tidaknya 'penampakan' citra ini berkaitan dengan kedatangan Natal, namun yang jelas kemunculan lukisan alam yang luar biasa ini mengajarkan para ilmuwan untuk menggali apa yang tengah terjadi di atas sana.
Gambar ini diambil oleh kamera Wide Field Camera 3 yang meneropong pada jarak 100 tahun cahaya atau 10 triliun km.
Label:
Technology
Hubble Temukan Pohon Natal di Luar Angkasa

Teleskop luar angkasa Hubble menangkap sebuah citra mirip pohon Natal yang dikelilingi cahaya bintang di sekitarnya.
Beberapa pengamat ada yang menyebutkan, bagian lain dari citra tersebut terlihat seperti karangan bunga bundar yang biasa menjadi asesoris perayaan Natal. Ada pula yang menyebutkan citra tersebut mirip seperti Sinterklas.
Citra tersebut ditemukan saat teleskop Hubble mengobservasi sekumpulan bintang muda yang disebut R136. Kumpulan bintang ini baru berusia beberapa juta tahun dan menghuni Doradus Nebula, sebuah bagian di luar angkasa yang relatif dekat dengan satelit galaksi Bima Sakti bernama Awan Magellanic Besar. Demikian keterangan yang dikutip dari Space, Rabu (16/12/2009).
Dalam hasil foto tersebut, ratusan bintang terang berwarna biru terang dikelilingi oleh lingkaran debu awan hangat berwarna jingga terang.
Lukisan angkasa penuh warna itu membentuk citra raksasa sebuah karangan bunga bundar dengan taburan permata berkilau. Pada bagian tengah lingkaran tersebut, nampak bayangan gelap berbentuk pohon Natal.
Astronom lain menyebutkan, jika citra tersebut diputar 90 derajat searah jarum jam, tampilannya akan menyerupai wajah berjanggut mirip Sinterklas.
Meski tidak bisa dipastikan benar atau tidaknya 'penampakan' citra ini berkaitan dengan kedatangan Natal, namun yang jelas kemunculan lukisan alam yang luar biasa ini mengajarkan para ilmuwan untuk menggali apa yang tengah terjadi di atas sana.
Gambar ini diambil oleh kamera Wide Field Camera 3 yang meneropong pada jarak 100 tahun cahaya atau 10 triliun km.

Teleskop luar angkasa Hubble menangkap sebuah citra mirip pohon Natal yang dikelilingi cahaya bintang di sekitarnya.
Beberapa pengamat ada yang menyebutkan, bagian lain dari citra tersebut terlihat seperti karangan bunga bundar yang biasa menjadi asesoris perayaan Natal. Ada pula yang menyebutkan citra tersebut mirip seperti Sinterklas.
Citra tersebut ditemukan saat teleskop Hubble mengobservasi sekumpulan bintang muda yang disebut R136. Kumpulan bintang ini baru berusia beberapa juta tahun dan menghuni Doradus Nebula, sebuah bagian di luar angkasa yang relatif dekat dengan satelit galaksi Bima Sakti bernama Awan Magellanic Besar. Demikian keterangan yang dikutip dari Space, Rabu (16/12/2009).
Dalam hasil foto tersebut, ratusan bintang terang berwarna biru terang dikelilingi oleh lingkaran debu awan hangat berwarna jingga terang.
Lukisan angkasa penuh warna itu membentuk citra raksasa sebuah karangan bunga bundar dengan taburan permata berkilau. Pada bagian tengah lingkaran tersebut, nampak bayangan gelap berbentuk pohon Natal.
Astronom lain menyebutkan, jika citra tersebut diputar 90 derajat searah jarum jam, tampilannya akan menyerupai wajah berjanggut mirip Sinterklas.
Meski tidak bisa dipastikan benar atau tidaknya 'penampakan' citra ini berkaitan dengan kedatangan Natal, namun yang jelas kemunculan lukisan alam yang luar biasa ini mengajarkan para ilmuwan untuk menggali apa yang tengah terjadi di atas sana.
Gambar ini diambil oleh kamera Wide Field Camera 3 yang meneropong pada jarak 100 tahun cahaya atau 10 triliun km.
Label:
Technology
Inilah 5 Senjata Sci-Fi Yang Nyata

Film-film sains fiksi besutan Hollywood seperti Avatar dan lainnya, seringkali menampilkan senjata-senjata pemusnah super canggih. Sebut saja, robot, senapan laser atau bom-bom berkekuatan dahsyat.
Tapi, tahukah Anda bahwa sebagian senjata-senjata yang ditampilkan dalam film sains fiksi Hollywood memang benar-benar nyata.
Wired, Selasa (5/1/2010) melansir beberapa senjata super canggih yang dikembangkan manusia untuk keperluan pertahanan di masa mendatang. Berikut senjata-senjata super canggih tersebut.
1. XM-25
Senjata pelontar Geranat ini dilengkapi dengan laser untuk mengukur jarak yang dituju. Selain itu, pelontar tersebut juga mampu digunakan sebagai pistol dengan peluru 25 mm. Rencananya pasukan khusus Amerika Serikat akan menggunakan XM-25 pada 2012.
2. The Maars system
Senjata berbentuk seperti tank berukuran kecil ini dioperasikan dengan menggunakan kendali jarak jauh. Laiknya robot, senjata ini akan sangat berperan di medan peperangan karena senjata ini mampu meminimalisir jatuhnya korban meninggal dari prajurit. Maars sistem dilengkapi dengan pelontar geranat dan mampu menyimpan 400 amunisi kaliber 7,62.
3. Long Range Acoustic Device
Alat komunikasi ini berfungsi untuk mengirimkan pesan kepada pasukan lainnya, khususnya untuk meminta bantuan bila terdesak di medan pertempuran. Suara yang dihasilkan Long Range Acoustic Device ini masih dapat terdengar jelas hingga jarak 300 meter
Alat ini juga bisa digunakan untuk menghalau massa pada saat berdemonstrasi karena mampu menghasilkan suara keras. Terbukti alat ini mampu membubarkan demonstran pertemuan G20 di Pittsburgh karena suara sirine yang dihasilkan memekakan telinga.
4. Drone
Pesawat intai tanpa awak ini seringkali menjadi momok menakutkan dalam perang. Amerika Serikat menggunakan pesawat tanpa awak ini untuk menghancurkan Taliban dan AlQaeda di Afganistan. Pesawat ini mampu terbang tanpa diketahui radar musuh. Suara yang dihasilkan pesawat ini juga terdengar halus dan nyaris tak bersuara. Selain Drone, masih ada lagi pesawat sejenis, yakni Reapers yang mampu mengangkut dua bom besar berukuran 500 pon.
5.Glare LA-9/P
Peralatan yang dikembangkan BE Meyer ini merupakan lampu 'tembak' yang dapat digabungkan di senapan prajurit. Sebelum menembak sasaran, prajurit yang memegang senjata tersebut mampu menyorot sasarannya dengan lampu tersebut yang biasanya berwarna hijau. Jarak sorot lampu tersebut mencapai empat kilometer. LA-9/p juga dilengkapi dengan laser.

Film-film sains fiksi besutan Hollywood seperti Avatar dan lainnya, seringkali menampilkan senjata-senjata pemusnah super canggih. Sebut saja, robot, senapan laser atau bom-bom berkekuatan dahsyat.
Tapi, tahukah Anda bahwa sebagian senjata-senjata yang ditampilkan dalam film sains fiksi Hollywood memang benar-benar nyata.
Wired, Selasa (5/1/2010) melansir beberapa senjata super canggih yang dikembangkan manusia untuk keperluan pertahanan di masa mendatang. Berikut senjata-senjata super canggih tersebut.
1. XM-25
Senjata pelontar Geranat ini dilengkapi dengan laser untuk mengukur jarak yang dituju. Selain itu, pelontar tersebut juga mampu digunakan sebagai pistol dengan peluru 25 mm. Rencananya pasukan khusus Amerika Serikat akan menggunakan XM-25 pada 2012.
2. The Maars system
Senjata berbentuk seperti tank berukuran kecil ini dioperasikan dengan menggunakan kendali jarak jauh. Laiknya robot, senjata ini akan sangat berperan di medan peperangan karena senjata ini mampu meminimalisir jatuhnya korban meninggal dari prajurit. Maars sistem dilengkapi dengan pelontar geranat dan mampu menyimpan 400 amunisi kaliber 7,62.
3. Long Range Acoustic Device
Alat komunikasi ini berfungsi untuk mengirimkan pesan kepada pasukan lainnya, khususnya untuk meminta bantuan bila terdesak di medan pertempuran. Suara yang dihasilkan Long Range Acoustic Device ini masih dapat terdengar jelas hingga jarak 300 meter
Alat ini juga bisa digunakan untuk menghalau massa pada saat berdemonstrasi karena mampu menghasilkan suara keras. Terbukti alat ini mampu membubarkan demonstran pertemuan G20 di Pittsburgh karena suara sirine yang dihasilkan memekakan telinga.
4. Drone
Pesawat intai tanpa awak ini seringkali menjadi momok menakutkan dalam perang. Amerika Serikat menggunakan pesawat tanpa awak ini untuk menghancurkan Taliban dan AlQaeda di Afganistan. Pesawat ini mampu terbang tanpa diketahui radar musuh. Suara yang dihasilkan pesawat ini juga terdengar halus dan nyaris tak bersuara. Selain Drone, masih ada lagi pesawat sejenis, yakni Reapers yang mampu mengangkut dua bom besar berukuran 500 pon.
5.Glare LA-9/P
Peralatan yang dikembangkan BE Meyer ini merupakan lampu 'tembak' yang dapat digabungkan di senapan prajurit. Sebelum menembak sasaran, prajurit yang memegang senjata tersebut mampu menyorot sasarannya dengan lampu tersebut yang biasanya berwarna hijau. Jarak sorot lampu tersebut mencapai empat kilometer. LA-9/p juga dilengkapi dengan laser.
Label:
Technology
Inilah 5 Senjata Sci-Fi Yang Nyata

Film-film sains fiksi besutan Hollywood seperti Avatar dan lainnya, seringkali menampilkan senjata-senjata pemusnah super canggih. Sebut saja, robot, senapan laser atau bom-bom berkekuatan dahsyat.
Tapi, tahukah Anda bahwa sebagian senjata-senjata yang ditampilkan dalam film sains fiksi Hollywood memang benar-benar nyata.
Wired, Selasa (5/1/2010) melansir beberapa senjata super canggih yang dikembangkan manusia untuk keperluan pertahanan di masa mendatang. Berikut senjata-senjata super canggih tersebut.
1. XM-25
Senjata pelontar Geranat ini dilengkapi dengan laser untuk mengukur jarak yang dituju. Selain itu, pelontar tersebut juga mampu digunakan sebagai pistol dengan peluru 25 mm. Rencananya pasukan khusus Amerika Serikat akan menggunakan XM-25 pada 2012.
2. The Maars system
Senjata berbentuk seperti tank berukuran kecil ini dioperasikan dengan menggunakan kendali jarak jauh. Laiknya robot, senjata ini akan sangat berperan di medan peperangan karena senjata ini mampu meminimalisir jatuhnya korban meninggal dari prajurit. Maars sistem dilengkapi dengan pelontar geranat dan mampu menyimpan 400 amunisi kaliber 7,62.
3. Long Range Acoustic Device
Alat komunikasi ini berfungsi untuk mengirimkan pesan kepada pasukan lainnya, khususnya untuk meminta bantuan bila terdesak di medan pertempuran. Suara yang dihasilkan Long Range Acoustic Device ini masih dapat terdengar jelas hingga jarak 300 meter
Alat ini juga bisa digunakan untuk menghalau massa pada saat berdemonstrasi karena mampu menghasilkan suara keras. Terbukti alat ini mampu membubarkan demonstran pertemuan G20 di Pittsburgh karena suara sirine yang dihasilkan memekakan telinga.
4. Drone
Pesawat intai tanpa awak ini seringkali menjadi momok menakutkan dalam perang. Amerika Serikat menggunakan pesawat tanpa awak ini untuk menghancurkan Taliban dan AlQaeda di Afganistan. Pesawat ini mampu terbang tanpa diketahui radar musuh. Suara yang dihasilkan pesawat ini juga terdengar halus dan nyaris tak bersuara. Selain Drone, masih ada lagi pesawat sejenis, yakni Reapers yang mampu mengangkut dua bom besar berukuran 500 pon.
5.Glare LA-9/P
Peralatan yang dikembangkan BE Meyer ini merupakan lampu 'tembak' yang dapat digabungkan di senapan prajurit. Sebelum menembak sasaran, prajurit yang memegang senjata tersebut mampu menyorot sasarannya dengan lampu tersebut yang biasanya berwarna hijau. Jarak sorot lampu tersebut mencapai empat kilometer. LA-9/p juga dilengkapi dengan laser.

Film-film sains fiksi besutan Hollywood seperti Avatar dan lainnya, seringkali menampilkan senjata-senjata pemusnah super canggih. Sebut saja, robot, senapan laser atau bom-bom berkekuatan dahsyat.
Tapi, tahukah Anda bahwa sebagian senjata-senjata yang ditampilkan dalam film sains fiksi Hollywood memang benar-benar nyata.
Wired, Selasa (5/1/2010) melansir beberapa senjata super canggih yang dikembangkan manusia untuk keperluan pertahanan di masa mendatang. Berikut senjata-senjata super canggih tersebut.
1. XM-25
Senjata pelontar Geranat ini dilengkapi dengan laser untuk mengukur jarak yang dituju. Selain itu, pelontar tersebut juga mampu digunakan sebagai pistol dengan peluru 25 mm. Rencananya pasukan khusus Amerika Serikat akan menggunakan XM-25 pada 2012.
2. The Maars system
Senjata berbentuk seperti tank berukuran kecil ini dioperasikan dengan menggunakan kendali jarak jauh. Laiknya robot, senjata ini akan sangat berperan di medan peperangan karena senjata ini mampu meminimalisir jatuhnya korban meninggal dari prajurit. Maars sistem dilengkapi dengan pelontar geranat dan mampu menyimpan 400 amunisi kaliber 7,62.
3. Long Range Acoustic Device
Alat komunikasi ini berfungsi untuk mengirimkan pesan kepada pasukan lainnya, khususnya untuk meminta bantuan bila terdesak di medan pertempuran. Suara yang dihasilkan Long Range Acoustic Device ini masih dapat terdengar jelas hingga jarak 300 meter
Alat ini juga bisa digunakan untuk menghalau massa pada saat berdemonstrasi karena mampu menghasilkan suara keras. Terbukti alat ini mampu membubarkan demonstran pertemuan G20 di Pittsburgh karena suara sirine yang dihasilkan memekakan telinga.
4. Drone
Pesawat intai tanpa awak ini seringkali menjadi momok menakutkan dalam perang. Amerika Serikat menggunakan pesawat tanpa awak ini untuk menghancurkan Taliban dan AlQaeda di Afganistan. Pesawat ini mampu terbang tanpa diketahui radar musuh. Suara yang dihasilkan pesawat ini juga terdengar halus dan nyaris tak bersuara. Selain Drone, masih ada lagi pesawat sejenis, yakni Reapers yang mampu mengangkut dua bom besar berukuran 500 pon.
5.Glare LA-9/P
Peralatan yang dikembangkan BE Meyer ini merupakan lampu 'tembak' yang dapat digabungkan di senapan prajurit. Sebelum menembak sasaran, prajurit yang memegang senjata tersebut mampu menyorot sasarannya dengan lampu tersebut yang biasanya berwarna hijau. Jarak sorot lampu tersebut mencapai empat kilometer. LA-9/p juga dilengkapi dengan laser.
Label:
Technology
Label:
Technology
Robot Militer Gantikan Manusia, Baik atau Buruk?

WASHINGTON - Perkembangan teknologi robot yang dapat digunakan untuk maju ke medan perang, ternyata tak semulus yang pembuatannya. Ada dilema yang akan dihadapi, ketika manusia digantikan robot dalam bertempur.
Saat ini, tentara Amerika Serikat yang mengikuti perang di Afganistan, Irak, dan Pakistan dapat duduk dengan tenang, sambil menggerakan tombol joystick dari jarak ribuan mil tanpa takut terkena bahaya, karena sang robot yang maju di medan perang.
Tentu sebuah kemajuan tersendiri, melihat perkembangan teknologi robot militer yang sedemikan pesatnya. Sebab suatu saat, bukan tidak mungkin kalau di masa depan manusia hanya duduk di balik komputer, dan melihat robot yang bertempur.
Akan tetapi, ini menjadi sebuah dilema yang bagaikan pisau yang memiliki dua sisi yang tajam. Artinya, di satu sisi robot militer bisa mengundang hal positif, namun di sisi lain bisa menjadikan efek yang negatif.
"Ini tentu berefek pada politik. Akan ada banyak nyawa manusia yang tidak akan mati di peperangan. Dan menyelamatkan manusia, itu ide yang bagus," ujar pengamat militer Peter Singer kepada AFP, Senin (17/8/2009).
Kendati demikian, pria yang juga seorang penulis buku "Wired for War" itu juga mengungkapkan kekhawatirannya, jika robot militer akan benar-benar menggantikan manusia. Pasalnya, perang bukan sekedar menyelamatkan nyawa manusia saja.
"Memang nyawa prajurit yang biasa ikut berperang akan selamat. Tapi, yang mesti diingat, mudahnya teknologi ini, menjadikan manusia menjadi congkak. Dan perang akan semakin mudah saja pecah," tandasnya.
Tidak hanya itu saja, yang membuat Peter bingung adalah, siapa nantinya yang akan didakwa menjadi pejahat perang untuk mempertanggung jawabkan sebuah robot.
"Apakah pengembang dari sistem senjata? Apakah pengembang perangkat lunak? Apakah perusahaan yang membuat senjata? Ataukah militer keputusan yang memutuskan untuk menggunakan senjata?" Pungkas dia.

WASHINGTON - Perkembangan teknologi robot yang dapat digunakan untuk maju ke medan perang, ternyata tak semulus yang pembuatannya. Ada dilema yang akan dihadapi, ketika manusia digantikan robot dalam bertempur.
Saat ini, tentara Amerika Serikat yang mengikuti perang di Afganistan, Irak, dan Pakistan dapat duduk dengan tenang, sambil menggerakan tombol joystick dari jarak ribuan mil tanpa takut terkena bahaya, karena sang robot yang maju di medan perang.
Tentu sebuah kemajuan tersendiri, melihat perkembangan teknologi robot militer yang sedemikan pesatnya. Sebab suatu saat, bukan tidak mungkin kalau di masa depan manusia hanya duduk di balik komputer, dan melihat robot yang bertempur.
Akan tetapi, ini menjadi sebuah dilema yang bagaikan pisau yang memiliki dua sisi yang tajam. Artinya, di satu sisi robot militer bisa mengundang hal positif, namun di sisi lain bisa menjadikan efek yang negatif.
"Ini tentu berefek pada politik. Akan ada banyak nyawa manusia yang tidak akan mati di peperangan. Dan menyelamatkan manusia, itu ide yang bagus," ujar pengamat militer Peter Singer kepada AFP, Senin (17/8/2009).
Kendati demikian, pria yang juga seorang penulis buku "Wired for War" itu juga mengungkapkan kekhawatirannya, jika robot militer akan benar-benar menggantikan manusia. Pasalnya, perang bukan sekedar menyelamatkan nyawa manusia saja.
"Memang nyawa prajurit yang biasa ikut berperang akan selamat. Tapi, yang mesti diingat, mudahnya teknologi ini, menjadikan manusia menjadi congkak. Dan perang akan semakin mudah saja pecah," tandasnya.
Tidak hanya itu saja, yang membuat Peter bingung adalah, siapa nantinya yang akan didakwa menjadi pejahat perang untuk mempertanggung jawabkan sebuah robot.
"Apakah pengembang dari sistem senjata? Apakah pengembang perangkat lunak? Apakah perusahaan yang membuat senjata? Ataukah militer keputusan yang memutuskan untuk menggunakan senjata?" Pungkas dia.
Label:
Technology
Robot Militer Gantikan Manusia, Baik atau Buruk?

WASHINGTON - Perkembangan teknologi robot yang dapat digunakan untuk maju ke medan perang, ternyata tak semulus yang pembuatannya. Ada dilema yang akan dihadapi, ketika manusia digantikan robot dalam bertempur.
Saat ini, tentara Amerika Serikat yang mengikuti perang di Afganistan, Irak, dan Pakistan dapat duduk dengan tenang, sambil menggerakan tombol joystick dari jarak ribuan mil tanpa takut terkena bahaya, karena sang robot yang maju di medan perang.
Tentu sebuah kemajuan tersendiri, melihat perkembangan teknologi robot militer yang sedemikan pesatnya. Sebab suatu saat, bukan tidak mungkin kalau di masa depan manusia hanya duduk di balik komputer, dan melihat robot yang bertempur.
Akan tetapi, ini menjadi sebuah dilema yang bagaikan pisau yang memiliki dua sisi yang tajam. Artinya, di satu sisi robot militer bisa mengundang hal positif, namun di sisi lain bisa menjadikan efek yang negatif.
"Ini tentu berefek pada politik. Akan ada banyak nyawa manusia yang tidak akan mati di peperangan. Dan menyelamatkan manusia, itu ide yang bagus," ujar pengamat militer Peter Singer kepada AFP, Senin (17/8/2009).
Kendati demikian, pria yang juga seorang penulis buku "Wired for War" itu juga mengungkapkan kekhawatirannya, jika robot militer akan benar-benar menggantikan manusia. Pasalnya, perang bukan sekedar menyelamatkan nyawa manusia saja.
"Memang nyawa prajurit yang biasa ikut berperang akan selamat. Tapi, yang mesti diingat, mudahnya teknologi ini, menjadikan manusia menjadi congkak. Dan perang akan semakin mudah saja pecah," tandasnya.
Tidak hanya itu saja, yang membuat Peter bingung adalah, siapa nantinya yang akan didakwa menjadi pejahat perang untuk mempertanggung jawabkan sebuah robot.
"Apakah pengembang dari sistem senjata? Apakah pengembang perangkat lunak? Apakah perusahaan yang membuat senjata? Ataukah militer keputusan yang memutuskan untuk menggunakan senjata?" Pungkas dia.

WASHINGTON - Perkembangan teknologi robot yang dapat digunakan untuk maju ke medan perang, ternyata tak semulus yang pembuatannya. Ada dilema yang akan dihadapi, ketika manusia digantikan robot dalam bertempur.
Saat ini, tentara Amerika Serikat yang mengikuti perang di Afganistan, Irak, dan Pakistan dapat duduk dengan tenang, sambil menggerakan tombol joystick dari jarak ribuan mil tanpa takut terkena bahaya, karena sang robot yang maju di medan perang.
Tentu sebuah kemajuan tersendiri, melihat perkembangan teknologi robot militer yang sedemikan pesatnya. Sebab suatu saat, bukan tidak mungkin kalau di masa depan manusia hanya duduk di balik komputer, dan melihat robot yang bertempur.
Akan tetapi, ini menjadi sebuah dilema yang bagaikan pisau yang memiliki dua sisi yang tajam. Artinya, di satu sisi robot militer bisa mengundang hal positif, namun di sisi lain bisa menjadikan efek yang negatif.
"Ini tentu berefek pada politik. Akan ada banyak nyawa manusia yang tidak akan mati di peperangan. Dan menyelamatkan manusia, itu ide yang bagus," ujar pengamat militer Peter Singer kepada AFP, Senin (17/8/2009).
Kendati demikian, pria yang juga seorang penulis buku "Wired for War" itu juga mengungkapkan kekhawatirannya, jika robot militer akan benar-benar menggantikan manusia. Pasalnya, perang bukan sekedar menyelamatkan nyawa manusia saja.
"Memang nyawa prajurit yang biasa ikut berperang akan selamat. Tapi, yang mesti diingat, mudahnya teknologi ini, menjadikan manusia menjadi congkak. Dan perang akan semakin mudah saja pecah," tandasnya.
Tidak hanya itu saja, yang membuat Peter bingung adalah, siapa nantinya yang akan didakwa menjadi pejahat perang untuk mempertanggung jawabkan sebuah robot.
"Apakah pengembang dari sistem senjata? Apakah pengembang perangkat lunak? Apakah perusahaan yang membuat senjata? Ataukah militer keputusan yang memutuskan untuk menggunakan senjata?" Pungkas dia.
Label:
Technology
Label:
Technology
Label:
Technology
Label:
Technology
Rakit Robot Bikin Logika Lebih Sistematis

JAKARTA - Masuknya film fiksi ilmiah bertema robot, seperti Transformer, atau Wall-E ternyata mampu membangkitkan minat anak-anak Indonesia terhadap dunia Robotik. Hal itu, dapat mempermudah mengenalkan dunia robotika kepada anak-anak sejak dini.
"Minat anak Indonesia terhadap dunia robotik sangat besar, terutama setelah masuknya film-film berbau fiksi ilmiah dan mainan-mainan," kata Branch manager Robotics Education Center, Ir Budi Santoso kepada okezone di kantornya, di Jalan M. Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2009).
Menurut Budi, transformasi ilmu robotika harus sedini mungkin dikenalkan kepada anak-anak. "Saat ini materi robotika hanya di dapat di perguruan tinggi, sebab itu transformasi robotika harus dimulai sejak dini," kata Budi.
Budi yang telah tiga tahun mengembangkan kursus merakit robot, merakit robot mampu membuat logika anak semakin sistematis, mengembangkan kerjasama sekaligus membangkitkan jiwa kompetisi. Hingga saat ini, peserta didik di tempatnya mencapai sekira 80 anak mulai dari Playgroup, SD, SMP, dan SMA.
Perkembangan bisnis kursus merakit robot, diprediksi akan semakin meningkat. Hingga sekarang jumlah kursus merakit robot di Indonesia masih berjumlah kurang dari 100 tempat.
"Paling banyak di Bandung, Surabaya, dan kami mencoba untuk terus berusaha mengenalkan dunia robotika ke seluruh Indonesia, karena para ilmuwan telah memprediksi jika di masa depan, manusia dapat berdampingan dengan robot," tandas Budi. (srn)

JAKARTA - Masuknya film fiksi ilmiah bertema robot, seperti Transformer, atau Wall-E ternyata mampu membangkitkan minat anak-anak Indonesia terhadap dunia Robotik. Hal itu, dapat mempermudah mengenalkan dunia robotika kepada anak-anak sejak dini.
"Minat anak Indonesia terhadap dunia robotik sangat besar, terutama setelah masuknya film-film berbau fiksi ilmiah dan mainan-mainan," kata Branch manager Robotics Education Center, Ir Budi Santoso kepada okezone di kantornya, di Jalan M. Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2009).
Menurut Budi, transformasi ilmu robotika harus sedini mungkin dikenalkan kepada anak-anak. "Saat ini materi robotika hanya di dapat di perguruan tinggi, sebab itu transformasi robotika harus dimulai sejak dini," kata Budi.
Budi yang telah tiga tahun mengembangkan kursus merakit robot, merakit robot mampu membuat logika anak semakin sistematis, mengembangkan kerjasama sekaligus membangkitkan jiwa kompetisi. Hingga saat ini, peserta didik di tempatnya mencapai sekira 80 anak mulai dari Playgroup, SD, SMP, dan SMA.
Perkembangan bisnis kursus merakit robot, diprediksi akan semakin meningkat. Hingga sekarang jumlah kursus merakit robot di Indonesia masih berjumlah kurang dari 100 tempat.
"Paling banyak di Bandung, Surabaya, dan kami mencoba untuk terus berusaha mengenalkan dunia robotika ke seluruh Indonesia, karena para ilmuwan telah memprediksi jika di masa depan, manusia dapat berdampingan dengan robot," tandas Budi. (srn)
Label:
Technology
Rakit Robot Bikin Logika Lebih Sistematis

JAKARTA - Masuknya film fiksi ilmiah bertema robot, seperti Transformer, atau Wall-E ternyata mampu membangkitkan minat anak-anak Indonesia terhadap dunia Robotik. Hal itu, dapat mempermudah mengenalkan dunia robotika kepada anak-anak sejak dini.
"Minat anak Indonesia terhadap dunia robotik sangat besar, terutama setelah masuknya film-film berbau fiksi ilmiah dan mainan-mainan," kata Branch manager Robotics Education Center, Ir Budi Santoso kepada okezone di kantornya, di Jalan M. Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2009).
Menurut Budi, transformasi ilmu robotika harus sedini mungkin dikenalkan kepada anak-anak. "Saat ini materi robotika hanya di dapat di perguruan tinggi, sebab itu transformasi robotika harus dimulai sejak dini," kata Budi.
Budi yang telah tiga tahun mengembangkan kursus merakit robot, merakit robot mampu membuat logika anak semakin sistematis, mengembangkan kerjasama sekaligus membangkitkan jiwa kompetisi. Hingga saat ini, peserta didik di tempatnya mencapai sekira 80 anak mulai dari Playgroup, SD, SMP, dan SMA.
Perkembangan bisnis kursus merakit robot, diprediksi akan semakin meningkat. Hingga sekarang jumlah kursus merakit robot di Indonesia masih berjumlah kurang dari 100 tempat.
"Paling banyak di Bandung, Surabaya, dan kami mencoba untuk terus berusaha mengenalkan dunia robotika ke seluruh Indonesia, karena para ilmuwan telah memprediksi jika di masa depan, manusia dapat berdampingan dengan robot," tandas Budi. (srn)

JAKARTA - Masuknya film fiksi ilmiah bertema robot, seperti Transformer, atau Wall-E ternyata mampu membangkitkan minat anak-anak Indonesia terhadap dunia Robotik. Hal itu, dapat mempermudah mengenalkan dunia robotika kepada anak-anak sejak dini.
"Minat anak Indonesia terhadap dunia robotik sangat besar, terutama setelah masuknya film-film berbau fiksi ilmiah dan mainan-mainan," kata Branch manager Robotics Education Center, Ir Budi Santoso kepada okezone di kantornya, di Jalan M. Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2009).
Menurut Budi, transformasi ilmu robotika harus sedini mungkin dikenalkan kepada anak-anak. "Saat ini materi robotika hanya di dapat di perguruan tinggi, sebab itu transformasi robotika harus dimulai sejak dini," kata Budi.
Budi yang telah tiga tahun mengembangkan kursus merakit robot, merakit robot mampu membuat logika anak semakin sistematis, mengembangkan kerjasama sekaligus membangkitkan jiwa kompetisi. Hingga saat ini, peserta didik di tempatnya mencapai sekira 80 anak mulai dari Playgroup, SD, SMP, dan SMA.
Perkembangan bisnis kursus merakit robot, diprediksi akan semakin meningkat. Hingga sekarang jumlah kursus merakit robot di Indonesia masih berjumlah kurang dari 100 tempat.
"Paling banyak di Bandung, Surabaya, dan kami mencoba untuk terus berusaha mengenalkan dunia robotika ke seluruh Indonesia, karena para ilmuwan telah memprediksi jika di masa depan, manusia dapat berdampingan dengan robot," tandas Budi. (srn)
Label:
Technology
Robot, Tentara Masa Depan

LOS ANGELES - Di masa mendatang, robot akan dipersenjatai. Robot akan menggantikan peran manusia di medan pertempuran. Peter Singer, penulis sejumlah buku tentang dunia militer, mengatakan penggunaan robot dalam peperangan dapat menyelamatkan nyawa para serdadu.
"Kita berada pada titik revolusi dalam peperangan, seperti adanya penemuan bom atom," kata Singer saat berbicara dalam konferensi Technology Entertainment and Design (TED), dikutip dari news.com.au, Jumat (6/2/2009).
"Artinya mereka akan berperang bersama tentara Amerika Serikat, yang perangkat kerasnya dibuat di China dan peranti lunaknya dibuat di India," imbuh dia.
Singer memprediksikan separuh anggota angkatan bersenjata Amerika Serikat pada 2015 adalah robot.
Saat ini, angkatan bersenjata Negeri Paman Sam telah merekrut tentara baru menggunakan videogame. Malahan, beberapa sistem pengaturan persenjataan telah meniru desain pengaturan untuk konsol videogame. Selain itu, robot juga telah digunakan untuk menangani bom di medan pertempuran.
Selain tidak memiliki belas kasih, robot dapat menghadapi suasana mencekam yang dihindari manusia.
"Amerika Serikat kini masih yang terdepan dalam robot militer, namun hal itu tidak permanen. Ada Rusia, China, Pakistan, dan Iran yang tengah mengembangkan robot militer," tambahnya. (jri)

LOS ANGELES - Di masa mendatang, robot akan dipersenjatai. Robot akan menggantikan peran manusia di medan pertempuran. Peter Singer, penulis sejumlah buku tentang dunia militer, mengatakan penggunaan robot dalam peperangan dapat menyelamatkan nyawa para serdadu.
"Kita berada pada titik revolusi dalam peperangan, seperti adanya penemuan bom atom," kata Singer saat berbicara dalam konferensi Technology Entertainment and Design (TED), dikutip dari news.com.au, Jumat (6/2/2009).
"Artinya mereka akan berperang bersama tentara Amerika Serikat, yang perangkat kerasnya dibuat di China dan peranti lunaknya dibuat di India," imbuh dia.
Singer memprediksikan separuh anggota angkatan bersenjata Amerika Serikat pada 2015 adalah robot.
Saat ini, angkatan bersenjata Negeri Paman Sam telah merekrut tentara baru menggunakan videogame. Malahan, beberapa sistem pengaturan persenjataan telah meniru desain pengaturan untuk konsol videogame. Selain itu, robot juga telah digunakan untuk menangani bom di medan pertempuran.
Selain tidak memiliki belas kasih, robot dapat menghadapi suasana mencekam yang dihindari manusia.
"Amerika Serikat kini masih yang terdepan dalam robot militer, namun hal itu tidak permanen. Ada Rusia, China, Pakistan, dan Iran yang tengah mengembangkan robot militer," tambahnya. (jri)
Label:
Technology