SPONSOR

Enam Fakta Seputar Flu Babi


WASHINGTON - Kian gencarnya arus informasi yang memberitakan flu babi menimbulkan keingintahuan besar dari masyarakat untuk mengetahui segala hal berkenaan dengan penyakit mematikan ini. Mau tahu?

Berikut adalah enam pernyataan ilmiah mengenai flu babi yang dikutip melalui McClatchy, Jumat (1/5/2009).

1. Penjelasan mengenai virus H1N1
H1N1 merupakan virus penyebar flu babi. H merupakan inisial dari hemagglutin sedangkan N adalah neuramidinase, keduanya merupakan protein gula yang hidup di permukaan virus dan menyebarkan penyakit flu. Terdapat 16 jenis protein H yang dinamakan H1 hingga H16 dan sembilan jenis N protein bernama N1 hingga N9. Semua protein ini memiliki 144 kemungkinan berkombinasi menjadi virus baru. Sebagai contoh, virus flu burung yang juga sedang marak merupakan kombinasi dari H5N1.


2. Keistimewaan virus penyebab flu babi
Virus ini merupakan kombinasi gen virus burung, babi dan manusia, yang belum pernah ada sebelumnya. Sehingga manusia tidak memiliki kekebalan terhadap virus ini. �

3. Bagaimana protein H bekerja �
Protein H terlihat seperti paku kecil yang menancap pada lubang di luar sel manusia atau hewan bernama reseptor. Kemudian, virus akan bisa masuk melalui lubang reseptor. Sekali masuk, virus akan menginfeksi DNA dalam inti sel dan memanfaatkannya untuk berkembang biak memperbanyak diri.

4. Yang dilakukan oleh protein N
Setelah menginfeksi, protein N akan membuka jalur terusan pada dinding sel dan melepaskan anak-anak virus yang baru yang kemudian menyerang sel lain. Tanpa protein N, infeksi virus akan terbatas hanya pada sel pertama.

5. Cara virus baru berkembang
Ketika gen yang memerintah protein H dan N berkembang, terjadi perubahan acak atau yang disebut dengan mutasi yang bisa terjadi di dalam DNA. Perubahan tersebut berakumulasi secara bertahap memproduksi virus yang lebih berbahaya atau menetrasi sel tager dengan lebih mudah.

6. Bagaimana H1N1 berpindah dari hewan ke manusia
Biasanya protein H pada virus burung dan babi tidak menancap pada reseptor dengan mudah. Jadi manusia yang terbebas dari virus ini tidak mungkin terinfeksi. Bagaimanapun, perubahan bisa terjadi di dalam gen yang mengatur bentuk protein H dan memungkinkan virus masuk melewati dinding sel. Hal ini mengakibatkan anak virus H1N1 dapat beradaptasi dengan tubuh manusia. Jika sudah begitu, virus pun dapat menular dari manusia ke manusia seperti yang terjadi sekarang.� (srn)

Enam Fakta Seputar Flu Babi


WASHINGTON - Kian gencarnya arus informasi yang memberitakan flu babi menimbulkan keingintahuan besar dari masyarakat untuk mengetahui segala hal berkenaan dengan penyakit mematikan ini. Mau tahu?

Berikut adalah enam pernyataan ilmiah mengenai flu babi yang dikutip melalui McClatchy, Jumat (1/5/2009).

1. Penjelasan mengenai virus H1N1
H1N1 merupakan virus penyebar flu babi. H merupakan inisial dari hemagglutin sedangkan N adalah neuramidinase, keduanya merupakan protein gula yang hidup di permukaan virus dan menyebarkan penyakit flu. Terdapat 16 jenis protein H yang dinamakan H1 hingga H16 dan sembilan jenis N protein bernama N1 hingga N9. Semua protein ini memiliki 144 kemungkinan berkombinasi menjadi virus baru. Sebagai contoh, virus flu burung yang juga sedang marak merupakan kombinasi dari H5N1.


2. Keistimewaan virus penyebab flu babi
Virus ini merupakan kombinasi gen virus burung, babi dan manusia, yang belum pernah ada sebelumnya. Sehingga manusia tidak memiliki kekebalan terhadap virus ini. �

3. Bagaimana protein H bekerja �
Protein H terlihat seperti paku kecil yang menancap pada lubang di luar sel manusia atau hewan bernama reseptor. Kemudian, virus akan bisa masuk melalui lubang reseptor. Sekali masuk, virus akan menginfeksi DNA dalam inti sel dan memanfaatkannya untuk berkembang biak memperbanyak diri.

4. Yang dilakukan oleh protein N
Setelah menginfeksi, protein N akan membuka jalur terusan pada dinding sel dan melepaskan anak-anak virus yang baru yang kemudian menyerang sel lain. Tanpa protein N, infeksi virus akan terbatas hanya pada sel pertama.

5. Cara virus baru berkembang
Ketika gen yang memerintah protein H dan N berkembang, terjadi perubahan acak atau yang disebut dengan mutasi yang bisa terjadi di dalam DNA. Perubahan tersebut berakumulasi secara bertahap memproduksi virus yang lebih berbahaya atau menetrasi sel tager dengan lebih mudah.

6. Bagaimana H1N1 berpindah dari hewan ke manusia
Biasanya protein H pada virus burung dan babi tidak menancap pada reseptor dengan mudah. Jadi manusia yang terbebas dari virus ini tidak mungkin terinfeksi. Bagaimanapun, perubahan bisa terjadi di dalam gen yang mengatur bentuk protein H dan memungkinkan virus masuk melewati dinding sel. Hal ini mengakibatkan anak virus H1N1 dapat beradaptasi dengan tubuh manusia. Jika sudah begitu, virus pun dapat menular dari manusia ke manusia seperti yang terjadi sekarang.� (srn)

Penduduk Afrika Miliki Variasi Gen Terbanyak


WASHINGTON - Warga benua Afrika memiliki genetik yang lebih bervariasi dibandingkan dengan warga Bumi di benua lainnya. Hasil penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal ilmiah Science.

"Faktanya, menurut studi sebelumnya manusia modern pertama muncul di Afrika. Mereka telah melalui berbagai tahapan dan berakumulasi hingga mendapatkan bentuk dari perubahan yang dramatis dalam gen mereka," demikian ujar ketua tim peneliti Sarah Tishkof dari University of Pennsylvania.

Penduduk Afrika telah beradaptasi dengan lingkungan yang sangat beragam di Afrika. Selama lebih dari sepuluh tahun, Tishkoff dan timnya menjelajah Afrika guna mengumpulkan sampel gen untuk membandingkan beragam gen manusia, demikian yang dikutip dari News Yahoo, Jumat (1/5/2009).

Tishkoff menjelaskan variasi genetik yang ditemukan di Afrika masih sedikit. Padahal pengetahuan tentang variasi gen ini sangat penting untuk memahami mengapa suatu penyakit bisa berdampak lebih besar di kelompok tertentu dibanding dengan yang lain. Hasil riset ini pun nantinya bisa dimanfaatkan untuk antisipasi dan metode pengobatan penyakit tersebut.

"Genetik manusia menggambarkan kompleksitas spesies kita. Sekarang kita memiliki pandangan lain yang sungguh menakjubkan mengenai sejarah populasi Afrika yang merupakan sejarah tertua umat manusia," ujar peneliti lain, Muntaser Ibrahim dari University of Khartoum, Sudan.

"Setiap orang merupakan bagian dari sejarah orang-orang Afrika karena setiap orang muncul dan lahir dari Afrika," tambah Ibrahim.

Dalam studi ini peneliti menganalisa dan membandingkan gen dari 121 jenis populasi di Afrika, 60 kelompok non-Afrika dan emapt kelompok Afrika-Amerika.

Peneliti menemukan populasi yang disebut "Cape-colored" di Afrika Selatan memiliki tingkat percampuran gen keturunan paling tinggi di dunia. Mereka merupakan percampuran antara orang asli Afrika, Eropa, Asia Timur serta India Selatan. (srn)


Penduduk Afrika Miliki Variasi Gen Terbanyak


WASHINGTON - Warga benua Afrika memiliki genetik yang lebih bervariasi dibandingkan dengan warga Bumi di benua lainnya. Hasil penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal ilmiah Science.

"Faktanya, menurut studi sebelumnya manusia modern pertama muncul di Afrika. Mereka telah melalui berbagai tahapan dan berakumulasi hingga mendapatkan bentuk dari perubahan yang dramatis dalam gen mereka," demikian ujar ketua tim peneliti Sarah Tishkof dari University of Pennsylvania.

Penduduk Afrika telah beradaptasi dengan lingkungan yang sangat beragam di Afrika. Selama lebih dari sepuluh tahun, Tishkoff dan timnya menjelajah Afrika guna mengumpulkan sampel gen untuk membandingkan beragam gen manusia, demikian yang dikutip dari News Yahoo, Jumat (1/5/2009).

Tishkoff menjelaskan variasi genetik yang ditemukan di Afrika masih sedikit. Padahal pengetahuan tentang variasi gen ini sangat penting untuk memahami mengapa suatu penyakit bisa berdampak lebih besar di kelompok tertentu dibanding dengan yang lain. Hasil riset ini pun nantinya bisa dimanfaatkan untuk antisipasi dan metode pengobatan penyakit tersebut.

"Genetik manusia menggambarkan kompleksitas spesies kita. Sekarang kita memiliki pandangan lain yang sungguh menakjubkan mengenai sejarah populasi Afrika yang merupakan sejarah tertua umat manusia," ujar peneliti lain, Muntaser Ibrahim dari University of Khartoum, Sudan.

"Setiap orang merupakan bagian dari sejarah orang-orang Afrika karena setiap orang muncul dan lahir dari Afrika," tambah Ibrahim.

Dalam studi ini peneliti menganalisa dan membandingkan gen dari 121 jenis populasi di Afrika, 60 kelompok non-Afrika dan emapt kelompok Afrika-Amerika.

Peneliti menemukan populasi yang disebut "Cape-colored" di Afrika Selatan memiliki tingkat percampuran gen keturunan paling tinggi di dunia. Mereka merupakan percampuran antara orang asli Afrika, Eropa, Asia Timur serta India Selatan. (srn)


Menggerakkan Kursi Roda Dengan Pikiran

LONDON - Selama ini kursi roda yang dikendalikan oleh remote control sudah termasuk canggih. Sekarang, agaknya kecanggihan itu akan tersingkir, karena berganti dengan kursi roda yang bisa digerakkan dengan pikiran.

Teknologi unik dan canggih ini dikembangkan oleh ilmuwan Spanyol, Dr Javier Minguez, dari University of Zaragoza. Dengan teknologi rancangannya, pengguna kursi roda, terutama penyandang cacat tidak perlu lagi menggunakan joystick konvensional agar bisa berjalan dan berputar di atas kursi roda. Yang perlu mereka lakukan hanyalah memikirkan kemana mereka ingin pergi.

"Kursi roda ini sangat mudah digunakan. Para sukarelawan yang berpartisipasi dalam uji coba kursi roda ini hanya perlu waktu 45 menit untuk mempelajari cara menggunakannya. Selanjutnya, mereka bisa dengan lancar mengoperasikannya," ujar Minguez yang dikutip dari Telegraph, Jumat (1/5/2009).

Minguez melengkapi kursi roda dengan topi yang mengandung muatan elektroda. Ketika dipakaikan pada pengguna, topi ini kemudian mendeteksi aktivitas otak mereka dan bekerja mewujudkan pergerakan ke arah yang mereka inginkan.�

Selain itu, terdapat pula pemindai laser yang bisa menciptakan gambar tiga dimensi area dimana kursi roda tersebut berada. Gambar tersebut ditampilkan pada layar didepan pengguna kursi roda.

Pengguna cukup berkonsentrasi dengan melihat tampilan layar kemudian memikirkan tempat dan arah yang ingin dituju. Secara ajaib teknologi canggih ini akan membuat kursi roda merespon dan bergerak sesuai keinginan penggunanya.

Namun sayangnya, kursi roda ini masih belum siap dipasarkan dalam skala besar. Minguez mengatakan saat ini ia tengah mengembangkan kursi roda sejenis yang lebih cepat dan canggih. (srn)


Menggerakkan Kursi Roda Dengan Pikiran

LONDON - Selama ini kursi roda yang dikendalikan oleh remote control sudah termasuk canggih. Sekarang, agaknya kecanggihan itu akan tersingkir, karena berganti dengan kursi roda yang bisa digerakkan dengan pikiran.

Teknologi unik dan canggih ini dikembangkan oleh ilmuwan Spanyol, Dr Javier Minguez, dari University of Zaragoza. Dengan teknologi rancangannya, pengguna kursi roda, terutama penyandang cacat tidak perlu lagi menggunakan joystick konvensional agar bisa berjalan dan berputar di atas kursi roda. Yang perlu mereka lakukan hanyalah memikirkan kemana mereka ingin pergi.

"Kursi roda ini sangat mudah digunakan. Para sukarelawan yang berpartisipasi dalam uji coba kursi roda ini hanya perlu waktu 45 menit untuk mempelajari cara menggunakannya. Selanjutnya, mereka bisa dengan lancar mengoperasikannya," ujar Minguez yang dikutip dari Telegraph, Jumat (1/5/2009).

Minguez melengkapi kursi roda dengan topi yang mengandung muatan elektroda. Ketika dipakaikan pada pengguna, topi ini kemudian mendeteksi aktivitas otak mereka dan bekerja mewujudkan pergerakan ke arah yang mereka inginkan.�

Selain itu, terdapat pula pemindai laser yang bisa menciptakan gambar tiga dimensi area dimana kursi roda tersebut berada. Gambar tersebut ditampilkan pada layar didepan pengguna kursi roda.

Pengguna cukup berkonsentrasi dengan melihat tampilan layar kemudian memikirkan tempat dan arah yang ingin dituju. Secara ajaib teknologi canggih ini akan membuat kursi roda merespon dan bergerak sesuai keinginan penggunanya.

Namun sayangnya, kursi roda ini masih belum siap dipasarkan dalam skala besar. Minguez mengatakan saat ini ia tengah mengembangkan kursi roda sejenis yang lebih cepat dan canggih. (srn)