SPONSOR

Bentuk Otak Manusia Ternyata Menyerupai Posisi Orang Yang Bersujud
Gan, udah pada tau belum kalau ternyata bentuk otak kita menyerupai orang
yang lagi sujud.



Coba deh agan-agan perhatiin gambarnya. Mirip kan gan? Ane nggak tau ini
kebetulan atau bukan, menurut ane ciptaan Tuhan itu nggak ada yang
kebetulan.

Itulah hebatnya Tuhan. Otak yang selama ini kita bangga-banggakan ternyata
bersujud kepada Tuhan, lantas kenapa kita masih bisa menyombongkan diri
dihadapan Tuhan seperti orang-orang atheis yang menolak keberadaan Tuhan.
Buat agan-agan yang muslim coba simak ayat Al-Qur'an dibawah ini
"Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada
di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan,
binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?"
[QS. Al-Hajj (22): 18].
You might also like:

Orang-orang yang Meninggal dengan Cara Aneh
Banyak kita baca maupun saksikan cara-cara meninggal kebanyakan orang-orang di sekeliling kita. Ada yang meninggal karena sakit, ada yang karena kecelakaan, ada yang bunuh diri, ada juga karena pembunuhan. Berikut ini kita akan menyaksikan beberapa orang yang meninggal dengan cara yang tidak lazim alias aneh, lain daripada yang lain. Pastinya kisah-kisah berikut dapat memberikan gambaran betapa anehnya mereka saat menghadapi kematian.

1. Isadora Duncan, (27 Mei 1877 s.d 14 September 1927)

Isadora Duncan merupakan seorang penari yang lahir di San Fransisco. Ia meniti karirnya sebagai penari di Paris dan membuka tiga sekolah tari. Namanya pun diukir di pintu masuk Théâtre des Champs-Élysées.
isadora duncan
Isadora Duncan mati ketika scarf (Syal atau selendang) nya tersangkut di roda mobil yang ditumpanginya, dan mencekiknya sehingga dia mati seketika. The New York Times menulis tentang kematiannya sebagai berikut:
The automobile was going at full speed when the scarf of h2 silk began winding around the wheel and with terrific force dragged Miss Duncan, around whom it was securely wrapped, bodily over the side of the car, precipitating her with violence against the cobblestone street. She was dragged for several yards before the chauffeur halted, attracted by her cries in the street. Medical aid was summoned, but it was stated that she had been strangled and killed instantly.”

2. Christine Chubbuck, (24 Agustus 1944 s.d 15 Juli 1974)

Christine Chubbuck merupakan seorang penyiar “Suncoast Digest” yang merupakan salah satu program pada channel WXLT-TV di daerah Sarasota, Florida pada saat itu.
Christine Chubbuck
Christine saat itu membacakan berita nasional selama 8 menit sebelum mendadak terjadi kerusakan pada “tape reel” nya. Christine tidak peduli akan hal itu, ia kemudian berkata pada kamera yang menyorotnya:
In keeping with Channel 40’s policy of bringing you the latest in blood and guts, and in living color, you are going to see another first: an attempted suicide.”
Artinya adalah “Sesuai dengan kebijakan Channel 40’s membawa anda terbaru dan ketekunan dalam darah, dan warna dalam hidup, Anda akan melihat lain dari yang pertama: percobaan bunuh diri”
Setelah itu ia mengeluarkan pistol revolver dari bawah mejanya, dan memposisikannya di samping telinga kirinya, lalu menembak dirinya sendiri. Dia lalu terjatuh di depan kamera. Beberapa penonton menelepon 911 dan studio itu untuk menanyakan apakah itu bener-benar terjadi. Faktanya adalah, dia benar-benar menembak kepalanya dan mati saat itu juga.

3. Francis Bacon, (22 Januari 1561 s.d 9 April 1626)

Francis Bacon adalah seorang filsafat dan ilmuwan. Ia adalah salah seorang ilmuwan yang mati akibat eksperimennya sendiri. Pada tahun 1625, ia mendadak mendapat sebuah ide. “Mengapa harus mengawetkan makanan dengan garam seperti yang dilakukan orang biasanya?” Dia kemudian pergi membeli seekor ayam dan mulai menumpukkan salju ke dalamnya. Eksperimen itu ternyata gagal, ayamnya tidak membeku. Karena cuaca pada saat itu begitu dingin, tiba-tiba dia terkena pneumonia. Francis Bacon lalu memanggang dan memakan ayam itu. Kali ini dia juga gagal. Akhirnya matilah ia.
Francis Bacon

4. Attila the Hun, (406 s.d 453)

Attila The Hun adalah salah satu ahli strategi, penguasa, dan penjahat besar yang menguasai Asia pada tahun 450 masehi. Ia dikenal akan kebiasaan makan dan minumnya yang aneh. Attila pastilah berpikir bahwa malam pernikahannya pantas dirayakan, ia kemudian menikahi seorang gadis muda bernama Ildico. Pada tahun 453, ia makan dan minum terlalu banyak, dan dari hidungnya mulai keluar darah. Terlalu mabuk untuk peduli, ia terus menerus mimisan sampai dia mati.
Attila the Hun

5. Aeschylus, (525/524 BC s.d 456 BC)

Aeschylus adalah seorang seniman yang karyanya masih bisa diingat hingga kini. Ketika ia mengunjungi Gela di pulau Sicily, terjadilah hal yang tidak biasanya. Seekor burung elang menjatuhkan seekor kura-kura pada kepala botak Aeschylus. Mungkin saja elang tersebut menyangka kepala Aeschylus adalah sebuah batu, hingga ia bermaksud memecahkan batok kura-kura dengan menjatuhkannya tepat di kepalanya. Karena faktor ketinggian dan kerasnya benturan, maka matilah Aeschylus. Beberapa catatan mengatakan bahwa elang itu menyangka kepala botak Aeschylus adalah telur.
Aeschylus

6. King Adolf Frederick of Sweden, (14 Mei 1710 s.d 12 Februari 1771)

Raja Adolf yang biasa dikenal dengan sebutan King Adolf Frederick of Sweden merupakan raja Swedia dari tahun 1751 hingga 1771. Ia dikenal dengan nama “the king who ate himself to death”. Pada tanggal 12 Februari, 1771, setelah memakan lobster, caviar, sauerkraut, herring panggang, dan meminum champagne, ia bukannya berhenti, tapi malah melanjutkan makan dengan hidangan penutup kesukaannya, Semla (sebuah pudding tradisional yang disajikan dalam mangkuk dengan susu panas). Satu porsi sudah cukup, namun 14 porsi itu sungguh berlebihan. Ia mati beberapa saat kemudian karena masalah pencernaan.
King Adolf Frederick of Sweden

7. Tycho Brahe, (14 Desember 1546 s.d 24 Oktober 1601)

Tycho Brahe terkenal sebagai seorang ahli kimia dan astronomi. Brahe memprionirkan pengamatan tentang gerakan planet-planet sesuai dengan hukum gravitasi Newton.
Tycho Brahe
Tycho Brahe juga dikenal mempunyai kantung kemih yang kecil dan lemah, sehingga ketika ia hendak buang air kecil di tengah-tengah pesta penting, ia terpaksa menahannya. Untuk memperburuk keadaan, ia malah minum banyak banyak, dan akhirnya kantung kemihnya meledak didalam tubuhnya dan membuatnya mati. Perlu diketahui, di adat kebiasaan masyarakat saat itu, meninggalkan sebuah pesta merupakan perilaku yang tidak beradab, mungkin itulah yang menyebabkan Tycho Brahe menahan kencingnya di tengah-tengah pesta. Ada debat yang mengatakan bahwa dia mati karena hyponatremia (kekurangan kadar sodium dalam darah), dan ada yang mengatakan dia mati karena keracunan merkuri.

8. Grigori Rasputin, (22 Januari 1869 s.d 29 Desember1916)

Mungkin inilah orang tertangguh di seri cerita kali ini. Grigori Rasputin adalah seorang berkebangsaan russia yang merupakan pewaris Prince Aleksey, yang mempunyai banyak musuh. Banyak yang menginginkan dia mati.
Grigori Rasputin
Saat percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh musuhnya, pertama-tama, dia diracun dengan sebuah racun yang cukup kuat untuk membunuh 3 orang (Sianida), namun nampaknya racun tersebut tidak berpengaruh pada Rasputin, maka mereka menyelinap dari belakang dan menembaknya di kepalanya. Seharusnya Rasputin sudah mati, tapi ternyata tidak… ketika salah seorang pembunuhnya mengecek detak nadinya, Rasputin malah balik mencekik pembunuhnya. Lalu Rasputin pun berhasil melarikan diri.
Pembunuhnya kemudian melayangkan sebelum berhasil mengejarnya. Lalu mereka membacok dan memukulnya, kemudian melemparnya ke sebuah sungai beku yang dingin. Setelah mati dan diotopsi, ternyata hasilnya adalah Rasputin mati karena tenggelam.

9. Sharon Lopatka, (20 September 1961 s.d 16 Oktober 1996)

Sharon Lopatka adalah seorang pengusaha internet di Maryland USA, yang dibunuh oleh Robert Frederick Glass. Mula-mula, Sharon memasang iklan seks di situs pribadinya Ia mencari dan meminta seorang sukarelawan yang bersedia untuk menyiksa dan membunuhnya sebagai sebuah pemenuhan nafsu seksual. Akhirnya ia menemukan Robert Glass. Mereka saling bertukar email dan setuju untuk bertemu di North Carolina. Glass menyiksanya selama beberapa hari sebelum akhirnya mencekiknya dengan sehelai benang nilon. Glass kemudian divonis pembunuhan sukarela.
Sharon Lopatka

10. Bernd Jürgen Brandes

Semuanya bermula dari seorang yang bernama Armin Meiwes, seorang jerman yang menderita kelainan. Ia adalah seorang Biseksual yang memasang sebuah iklan di internet mencari seorang biseksual lain yang bersedia untuk dimakan olehnya. Tulisannya adalah sebagai berikut:
“looking for a well-built 18 to 30-year-old to be slaughtered and then consumed”.
Bernd Jürgen Brandes
Setelah banyak balasan yang tidak serius, akhirnya Bernd Brandes mengkontak Meiwes. Mereka kemudian bertemu di villa kecil di Roteburg, pada Natal 25 December 2001. Apa yang terjadi adalah, Meiwes memotong penis Brandes dan keduanya berusaha untuk memakannya. Pertama-tama, Brandes memaksa Meiwes agar meiwes menggigit putus penisnya, namun hal itu tidak berhasil, maka ia pun menggunakan pisau. Mereka memasak penis tersebut sebelum memakannya. Kemudian Barnes dibunuh dan bagian-bagian tubuhnya disimpan dalam rumahnya sebagai cadangan makanan selama 10 bulan. Semua proses itu di rekam dalam video pribadi.
Meiwes akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman 8 setengah tahun di penjara. Meiwes percaya bahwa ada sekitar 800 kanibal di jerman.
Film mengenai kejadiaan ini ada dibuat namun di banned di German, judulnya adalah “Cannibal”.

Kota Hantu Yang Modern Di China
Berikut Pemandangan kota Ordos, yang di sebut-sebut kota Hantu, berikut cuplikan foto-fotonya:


Dikenal dengan nama “Kota Kosong”, Kangabashi district of Ordos dirancang sebagai rumah bagi lebih dari 1 juta warga Cina, namun saat ini kota tersebut hampir tak berpenghuni. Apa yang membuatnya bahkan lebih aneh adalah kenyataan bahwa daerah tersebut merupakan daerah koloni terkaya kedua di Cina. Ordos sebelumnya merupakan daerah miskin di daerah Mongolia Dalam, Ordos menjadi terkenal pada tahun 2003 berkat cadangan batu bara dan gas alam yg besar di dalamnya.

Daerah sekitar Ordos merupakan daerah yg memiliki seperenam dari cadangan batu bara dan sepertiga dari cadangan gas alam di China. Seperti sudah bisa diduga, pemerintah tidak bisa menahan godaan untuk memulai proyek mewah di daerah tersebut, dan kabupaten pengembangan Kangabashi adalah salah satunya.

Ordos memiliki pendapatan perkapita terbesar kedua setelah Shanghai, dan pemerintah berusaha meyakinkan penduduk setempat untuk menginvestasikan uang mereka lebih dekat ke rumah, daripada di tempat lain di mana masyarakat tidak dapat mendapatkan keuntungan. Kota tua tersebut telah cukup diperluas dan lingkungan yang baru dibangun dari awal. Kabupaten Kangabashi baru seharusnya menjadi rumah bagi sekitar 1 juta warga Cina, namun sejauh ini sebagian besar bangunan tetap kosong.

Tetapi meskipun menjadi sebuah kota hantu modern, pemerintah Cina tetap mengharapkan Ordos yang baru akan menjadi sukses. Dan untuk alasan yang baik, karena tujuan utama dari kabupaten Kangabashi adalah untuk membuat pengusaha batubara membeli properti baru di daerah tersebut. Dalam keprihatinan ini Kangabashi memang sukses, karena semua rumah dan kantor di daerah baru tersebut habis terjual. Hanya saja tak seorang pun hidup di dalamnya.

Ini mungkin tampak aneh bahwa tak seorang pun ingin bergerak di distrik baru terutama karena hanya setengah dari rumah di sini terlihat buruk. Tapi, mengingat Kangabashi terletak 25 kilometer dari Ordos lama, sangat mudah untuk memahami mengapa keluarga pekerja batubara enggan untuk meninggalkan rumah mereka dan pindah ke lokasi baru. Beberapa orang akan menyebutnya situasi ini sebagai hasil dari kesalahan perencanaan tetapi pihak berwenang memiliki alasan untuk memilih lokasi yang jauh untuk kabupaten yang baru.




Ikan Lele Raksasa Pemakan Manusia di Sungai Gandaki River Perbatasan Nepal dan India
seperti Ikan Hiu. Kisah-kisah berikut ini menceritakan keberadaan ikan predator raksasa sejenis Catfish (ikan lele) yang hidup di air tawar dan juga

Great Kali Gandaki River adalah sebuah sungai yang berada di perbatasan antara India dan Nepal. Alirannya bersumber dari sumber air di Pegunungan Himalaya di ketinggian 3600 mdpl. Keindahan sungai ini sudah tak perlu diragukan lagi. Sayangnya suatu Legenda menakutkan tentang monster pemakan manusia, menghantui desa-desa yang berada di kawasan ini. Membuat penduduk enggan mandi ataupun bermain di sekitar sungai itu.







Kejadian pertama yang mengawali teror ganas dari mahluk penghuni sungai itu terjadi pada bulan April tahun 1988. Seorang pemuda Nepal ketika baru saja masuk ke dalam sungai, langsung ditarik oleh “sesuatu” dan lenyap begitu saja. Tiga bulan berselang, seorang anak laki-laki yang sedang mandi di Sungai Kali bersama ayahnya, tiba-tiba di serang dan di seret kedalam air. Si ayah hanya bisa berteriak dan tak dapat melakukan apa-apa.

Setelah itu, kejadian seperti ini terjadi berulang kali hingga menghantui para penduduk yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kali. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, laporan tentang hilangnya penduduk yang mandi di Sungai Kali semakin meningkat. Penduduk bingung dan mulai berargumentasi tentang jenis mahluk yang tinggal di situ. Beberapa penduduk percaya ada sekumpulan buaya yang hidup di sungai itu. Namun setelah diselidiki, ternyata tidak ada komunitas buaya yang hidup di daerah itu.
Terakhir, pada tahun 2007, seorang pemuda Nepal berumur 18 tahun yang sedang berenang di sungai itu ditarik oleh monster misterius dan lenyap begitu saja dari permukaan air. Menurut saksi mata yang menyaksikan kejadian itu, bentuk monster itu seperti babi berukuran sangat besar.

Goonch Fish, Lele Kanibal
Rasa penasaran penduduk akhirnya terjawab ketika seorang ahli biologist dari Inggris bernama Jeremy Wade melakukan penelitian di Sungai Kali dan menemukan jawaban yang mengejutkan.
Wade menemukan kenyataan bahwa monster pemakan manusia itu ternyata adalah sejenis ikan lele raksasa (Giant Cat Fish) yang telah mengalami perubahan DNA karena sering memakan mayat yang dihanyutkan ke sungai setelah terlebih dahulu dibakar dalam acara ritual pemakaman tradisional masyarakat setempat yang dikenal dengan nama Ritual Bagmati.
“ Ikan jenis ini merupakan jenis ikan endemis sungai ini. Namun, karena telah puluhan tahun menyantap daging mayat yang dihanyutkan melalui sungai, ikan ini berubah secara genetik menjadi jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya. Mereka menjadi ketagihan, dan mulai menjadikan daging manusia menjadi menu utama. Jadi jika lama tidak ada ritual pemakaman, ikan ini menjadi ganas dan menyerang manusia,” Wade menjelaskan.

Dalam penelitiannya, Jeremy Wade juga berhasil menangkap seekor ikan lele pemangsa daging manusia dengan ukuran 1,8 meter dan berat berkisar 73 kilogram. Menurut Wade jika ikan dengan ukuran sebesar itu ketika menyerang manusia di dalam air, maka sedikit sekali kemungkinan korbannya untuk menyelamatkan diri. Wade lalu menamakan ikan lele raksasa itu dengan nama Goonch Fish.
Perjalanan penelitian Jeremy Wade saat menyelidiki ikan lele pemakan manusia di Sungai Kali Dakali telah di dokumentasikan dan akan ditayangkan perdana pada tanggal 21 Oktober nanti di salah satu stasiun televisi Inggris (Channel 5) dengan judul “ Monster Air Pemakan Daging Manusia”.

Pemangsa dari Huadu’s Furong
Bukan hanya di Sungai Mekong saja terdapat jenis ikan lele raksasa. Baru-baru ini di Waduk Huadu’s Furong-China, terjadi kegemparan. Selama ini, dalam setahun selalu saja terjadi beberapa kasus orang tenggelam dan hilang secara misterius di waduk itu.
Namun akhirnya misteri itu terjawab sudah. Penduduk setempat berhasil menangkap seekor ikan lele raksasa yang ukuran panjang badannya mencapai 3 meter dan lebar kepala berkisar 1 meter. Gilanya lagi, ketika masyarakat membelah perut ikan itu, mereka menemukan “sisa-sisa” seorang lelaki di dalam tubuh ikan itu..
Namun karena pemerintah lokal khawatir insiden ini akan berdampak pada kepariwisataan daerah itu, mereka berusaha keras agar peristiwa itu tidak terpublikasi secara luas. Tapi beberapa turis sempat datang dan mengabadikan gambar ikan lele pemangsa manusia dengan ponsel mereka.
Beberapa kalangan beranggapan ikan ini adalah ikan jenis Waking Catfish atau clarius batrachus (ikan lele berjalan). Namun belum ada yang dapat menjelaskan bagaimana mungkin ikan lele yang berukuran centimeter bisa menjadi begitu besar.
Saat ini masyarakat lokal maupun turis asing tidak diperbolehkan berenang di Waduk Huadu’s Furong. Orang banyak memperkirakan masih ada ikan sejenis yang hidup di waduk itu, siap memangsa orang yang berenang di situ.

Raksasa Sungai Mekong
Sungai Mekong yang merupakan salah satu sungai utama di dunia banyak menyimpan berbagai jenis ikan-ikan raksasa. Sungai Mekong merupakan sungai terpanjang ke-12 di dunia, dan ke-10 terbesar dalam volume (melepas 475km³ air setiap tahunnya), dia mengisi wilayah seluas 795.000 km² dari Tibet dia mengalir melalui China provinsi Yunnan, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Semua kecuali China dan Myanmar masuk kedalam Komisi Sungai Mekong. Karena variasi musim yang sangat berbeda dalam aliran dan adanya “rapid” dan air terjun membuat navigasi sangat sulit.
Menurut para peneliti, sungai ini adalah rumah dari berbagai jenis ikan raksasa air tawar. Yang paling terkenal adalah Mekong Giant Cat Fish. Jenis ikan lele raksasa ini memang hidup disepanjang aliran Sungai Mekong yang melintasi beberapa negara di Asia tersebut.
Pada tahun 2005, seorang nelayan Muangthai menangkap ikan lele raksasa sebesar beruang Grizzly di Sungai Mekong. Ukuran ikan ini berkisar 2,7 Meter dengan berat mencapai 646 pon.
Memang penangkapan ikan lele berukuran raksasa di Sungai Mekong bukanlah hal yang aneh. Sudah berulang kali nelayan setempat mendapatkan ikan lele berukuran raksasa di sungai itu. Namun sepertinya belum ada yang menyamai ukuran ikan lele yang ditangkap nelayan Muangthai tersebut.
Bukan Pemangsa
Berbeda dengan kasus di Sungai Kali di Nepal dan Waduk Huadu’s Forung di China, tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa ikan lele raksasa di Sungai Mekong adalah pemangsa manusia.
IUCN (International Union for Conservation of Nature), sebuah badan dunia yang bergerak di bidang konservasi sumberdaya alam telah menyimpan dan memasukkan data keberadaan ikan lele raksasa dari Sungai Mekong sebagai jenis satwa air yang langka dan menuju kepunahan. Jenis ikan lele raksasa ini, juga telah menarik perhatian WWF (Worl Wildlife Fund) dan National Geografic Society. Kedua organisasi ini sedang bersama-sama menyusun rencana perlindungan terhadap jenis ikan itu.
Memang menakutkan jika kita membayangkan keberadaan raksasa-raksasa air tawar pemangsa daging manusia tersebut. Kita sekarang tentu akan menjadi was-was jika berenang di sungai maupun danau air tawar. Namun pertanyaannya adalah bagaimana mereka bisa menjadi kanibal dan doyan makan manusia. Apakah mereka yang mengganggu manusia, atau malah manusia yang mengusik habitat mereka..?
Di sisi lain ikan-ikan itu juga mempunyai hak untuk hidup. Sebab bukan tidak mungkin, mereka adalah sisa-sisa zaman prasejarah yang harus diteliti dan dilestarikan keberadaannya untuk perkembangan ilmu pengetahuan.